<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Note Wildan Eltika &#187; Pernikahan</title>
	<atom:link href="http://wildan.eltika.net/tag/pernikahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wildan.eltika.net</link>
	<description>Blog Bisnis, Wirausaha, Belajar Web dan Internet</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Apr 2011 01:49:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Menuju Surga-Mu dengan cinta</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/menuju-surga-mu-dengan-cinta/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/menuju-surga-mu-dengan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 21:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[eramuslim &#8211; Setiap individu pasti akan merasai cinta dan mencintai sesuatu. Cinta adalah perasaan halus yang dimiliki hati setiap manusia, dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, cinta merupakan masalah utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta. Sabda Rasullulah SAW.: &#8220;Tiga perkara yang apabila terdapat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">eramuslim &#8211; Setiap individu pasti akan merasai cinta dan mencintai sesuatu. <a href="http://wildan.eltika.net/cintamu-tlah-berlalu.html/" target="_self"><strong>Cinta</strong></a> adalah perasaan halus yang dimiliki hati setiap manusia, dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Islam, <a href="http://wildan.eltika.net/cintamu-tlah-berlalu.html/" target="_self"><strong>cinta</strong></a> merupakan masalah utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta. Sabda Rasullulah SAW.: &#8220;Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia akan mendapat manisnya iman, yakni: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; mencintai seseorang hanya karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)<span id="more-511"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itulah Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT: &#8220;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21).</p>
<p style="text-align: justify;">Jelaslah bahwa cinta adalah tanda kehidupan ruhani dalam aqidah orang mukmin, seperti halnya cinta juga menjadi dasar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Selain itu, iman dalam Islam ditegakkan berdasarkan cinta dan kasih sayang, sebagaimana terlukis indah dalam sabda Rasulullah SAW : &#8220;Demi Dzat yang diriku ada di tanganNya, kamu tidak akan masuk syurga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman dengan sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hadist diatas, Rasullulah SAW menegaskan bahwa jalan menuju ke syurga bergantung kepada iman, dan iman bergantung kepada cinta. Maka cinta adalah syarat dalam iman, rukun dalam aqidah, dan asas dalam agama.</p>
<p style="text-align: justify;">Cinta dalam Islam adalah kaidah dan sistem yang mempunyai batas. Ia adalah penunjuk ke arah mendidik jiwa, membersihkan akhlaq serta mencegah atau melindungi diri daripada dosa-dosa. Cinta dapat membimbing jiwa agar bersinar cemerlang, penuh dengan perasaan cinta dan dicintai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya dalam kondisi saat ini, cinta yang lahir cenderung penuh hawa nafsu dan menyimpang daripada tujuan murni yang sebenarnya. Setiap saat, setiap hari kita dibuai dengan lagu cinta, dibuat terlena dengan tontonan kisah cinta yang menghanyutkan kita ke dunia khayal yang merugikan. Kini bahkan banyak yang menyalahartikan makna cinta sebenarnya, sehingga terdorong melewati batas pergaulan dan tatasusila seorang mukmin.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu, renungkanlah sejenak hakikat kehidupan kita di dunia. Rasullulah SAW bersabda: &#8220;Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai diri sendiri.&#8221; Juga sabda Rasulullah, &#8220;Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah.&#8221; (HR Hakim dari Abu Hurairah)</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Fmenuju-surga-mu-dengan-cinta%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menuju-surga-mu-dengan-cinta/" title="sabda rasulullah tentang cinta">sabda rasulullah tentang cinta</a> (28), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menuju-surga-mu-dengan-cinta/" title="sabda nabi tentang cinta">sabda nabi tentang cinta</a> (17), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menuju-surga-mu-dengan-cinta/" title="Wildan Syurga">Wildan Syurga</a> (8), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menuju-surga-mu-dengan-cinta/" title="sabda rasul tentang cinta">sabda rasul tentang cinta</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menuju-surga-mu-dengan-cinta/" title="film surga cinta">film surga cinta</a> (6)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.491 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/menuju-surga-mu-dengan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasrahkanlah aku dengan takdirMu</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/pasrahkanlah-aku-dengan-takdirmu/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/pasrahkanlah-aku-dengan-takdirmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 00:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah&#8230; Seandainya telah Engkau catatkan dia akan mejadi teman menapaki hidup Satukanlah hatinya dengan hatiku Titipkanlah kebahagiaan diantara kami Agar kemesraan itu abadi Dan ya Allah&#8230; ya Tuhanku yang Maha Mengasihi Seiringkanlah kami melayari hidup ini Ke tepian yang sejahtera dan abadi Tetapi ya Allah&#8230; Seandainya telah Engkau takdirkan&#8230; &#8230;Dia bukan milikku Bawalah ia ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Allah&#8230;<br />
Seandainya telah Engkau catatkan<br />
dia akan mejadi teman menapaki hidup<br />
Satukanlah hatinya dengan hatiku<br />
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami<br />
Agar kemesraan itu abadi<span id="more-507"></span><br />
Dan ya Allah&#8230; ya Tuhanku yang Maha Mengasihi<br />
Seiringkanlah kami melayari hidup ini<br />
Ke tepian yang sejahtera dan abadi</p>
<p>Tetapi ya Allah&#8230;<br />
Seandainya telah Engkau takdirkan&#8230;<br />
&#8230;Dia bukan milikku<br />
Bawalah ia jauh dari pandanganku<br />
Luputkanlah ia dari ingatanku<br />
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku</p>
<p>Dan peliharalah aku dari kekecewaan<br />
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti&#8230;<br />
Berikanlah aku kekuatan<br />
Melontar bayangannya jauh ke dada langit<br />
Hilang bersama senja nan merah<br />
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya</p>
<p>Dan ya Allah yang tercinta&#8230;<br />
Gantikanlah yang telah hilang<br />
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah<br />
Walaupun tidak sama dengan dirinya&#8230;.</p>
<p>Ya Allah ya Tuhanku&#8230;<br />
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu<br />
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan<br />
Adalah yang terbaik buatku<br />
Karena Engkau Maha Mengetahui<br />
Segala yang terbaik buat hambaMu ini</p>
<p>Ya Allah&#8230;<br />
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku<br />
Di dunia dan di akhirat<br />
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini</p>
<p>Jangan Engkau biarkan aku sendirian<br />
Di dunia ini maupun di akhirat</p>
<p>Amin&#8230; Ya Rabbal &#8216;Alamin</p>
<p><span style="color: #0033ff;"><br />
</span>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Fpasrahkanlah-aku-dengan-takdirmu%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/pasrahkanlah-aku-dengan-takdirmu/" title="takdirmu ya allah">takdirmu ya allah</a> (2), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/pasrahkanlah-aku-dengan-takdirmu/" title="gUNDAM HATIKU">gUNDAM HATIKU</a> (2), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/pasrahkanlah-aku-dengan-takdirmu/" title="aku dan takdirmu">aku dan takdirmu</a> (1), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/pasrahkanlah-aku-dengan-takdirmu/" title="ya allah pasrahkanlah aku dgn takdirMu">ya allah pasrahkanlah aku dgn takdirMu</a> (1), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/pasrahkanlah-aku-dengan-takdirmu/" title="takdir mu ya allah">takdir mu ya allah</a> (1)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.822 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/pasrahkanlah-aku-dengan-takdirmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Ujian Hidup dari Allah</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/menghadapi-ujian-hidup-dari-allah/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/menghadapi-ujian-hidup-dari-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di dunia yang fana ini, seorang manusia akan mengalami berbagai macam ujian yang datang dari Allah Sang Pencipta Yang Maha Berkehendak dan Maha Kuasa. Terkadang kita mengalami sesuatu yang menyenangkan dan terkadang mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan. sebagai seorang mukmin, kita tidak boleh mengeluh apalagi menyalahkan Allah ketika kita sedang diberi ujian dengan kesulitan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-831" href="http://wildan.eltika.net/menghadapi-ujian-hidup-dari-allah.html/ingat-allah"><img class="alignright size-medium wp-image-831" title="ingat-allah" src="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2010/01/ingat-allah-199x300.jpg" alt="ujian dari Allah" width="199" height="300" /></a>Hidup di dunia yang fana ini, seorang manusia akan mengalami berbagai macam <strong><a title="ujian dari Allah" href="http://wildan.eltika.net/hikmah-di-balik-ujian-dari-allah.html/" target="_self">ujian yang datang dari Allah</a></strong> Sang Pencipta Yang Maha Berkehendak dan Maha Kuasa. Terkadang kita mengalami sesuatu yang menyenangkan dan terkadang mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan. sebagai seorang mukmin, kita tidak boleh <strong>mengeluh </strong>apalagi menyalahkan Allah ketika kita sedang diberi ujian dengan kesulitan hidup. kita harus selalu berusaha <a title="menghadapi ujian dari Allah" href="http://wildan.eltika.net/hikmah-di-balik-ujian-dari-allah.html/" target="_self"><strong>tetap bersabar</strong> ketika ujian duka melanda hidup</a> kita. sebaliknya, kita tidak boleh lupa<strong> bersyukur kepada Allah </strong>ketika sedang diuji dengan <strong>karunia dan nikmat dari Allah</strong>.<span id="more-500"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman! Sesungguhnya semua urusannya baik. Dan yang demikian tidak dapat dirasakan oleh siapapun selain orang beriman. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia bersyukur. Bersyukur itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa mudharat, maka ia bersabar. Dan bersabar itu baik baginya.” (HR Muslim 5318)</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">”Barangsiapa dikaruniai Allah kenikmatan hendaklah dia <strong>bertahmid (memuji) kepada Allah</strong>, dan barangsiapa merasa diperlambat rezekinya hendaklah dia <strong>beristighfar kepada Allah</strong>. Barangsiapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah mengucapkan <strong>&#8220;Laa haula walaa quwwata illaa billaahil&#8217;aliyyil&#8217;adzhim.&#8221;</strong> (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)&#8221; (HR. Al-Baihaqi dan Ar-Rabii&#8217;)</p>
</blockquote>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Fmenghadapi-ujian-hidup-dari-allah%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menghadapi-ujian-hidup-dari-allah/" title="ujian hidup menurut islam">ujian hidup menurut islam</a> (84), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menghadapi-ujian-hidup-dari-allah/" title="ujian hidup dalam islam">ujian hidup dalam islam</a> (64), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menghadapi-ujian-hidup-dari-allah/" title="menghadapi ujian allah">menghadapi ujian allah</a> (27), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menghadapi-ujian-hidup-dari-allah/" title="menghadapi ujian hidup">menghadapi ujian hidup</a> (26), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/menghadapi-ujian-hidup-dari-allah/" title="ujian hidup">ujian hidup</a> (23)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 8.898 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/menghadapi-ujian-hidup-dari-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seporsi Cinta</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/seporsi-cinta/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/seporsi-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Laela Awalia Suatu malam, seorang teman mengirim pesan pendek pada saya yang sedang asyik bercengkrama dengan keyboard dan layar komputer. Dalam pesan pendeknya, ia menulis kata-kata yang tiba-tiba mampu menghentikan aktivitas saya dalam sejenak. Ia tak bertanya tentang PR-PR organisasi yang selama ini jadi menu sehari-hari kami. Ia pun tak bertanya tentang kabar ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Oleh : Laela Awalia</em></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu malam, seorang teman mengirim pesan pendek pada saya yang sedang asyik bercengkrama dengan keyboard dan layar komputer. Dalam pesan pendeknya, ia menulis kata-kata yang tiba-tiba mampu menghentikan aktivitas saya dalam sejenak. Ia tak bertanya tentang PR-PR organisasi yang selama ini jadi menu sehari-hari kami. Ia pun tak bertanya tentang kabar kuliah atau kegiatan menulis saya. Ia hanya mengirim saya kata-kata ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Cinta itu begitu luar biasa ya, mampu membuat kita tergugu dengan berjuta harap juga rindu, bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kita cintai. Hingga wujudnya sudah mencipta resah, cemas, juga doa-doa.&#8221;<span id="more-496"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Lama saya tak membalas pesan pendeknya. Bukan karena malas, tapi saya harus mencermati setiap kata yang ia tuliskan di layar kecil itu. Adakah ia serius atau hanya ingin ‘perang&#8217; kata-kata dengan saya. Dan setelah saya berpikir agak lama, saya membalasnya. Hingga saya harus menghentikan aktivitas saya sejenak karena setelah itu kami terus saling berbalas pesan pendek.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi, cinta pun menyediakan air mata&#8230; Bagaimanapun, ketika kita terjebak dalam sebuah rasa yang awalnya mungkin tak kita sadari, harusnya kita bisa jadi lebih dewasa. Bagaimanapun -sekali lagi- cinta akan tetap indah jika ia disembunyikan hingga hanya kita dan Allah saja yang tahu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Cinta itu ibarat warna, jadi ketika kita merasakan ada getar yang tak terdefinisi, itulah cinta. Hanya saja, kita tak tahu cinta dengan warna apa dan seberapa kuat pendarnya menerangi hati kita. Ada orang yang menyadari warna cinta dan kuatnya pendar itu langsung ketika dekat dengan orang yang dicintai.ada juga yang baru sadar ketika orang tercinta telah pergi.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sesungguhnya aku tak menyadari apa yang aku rasakan. Mencintai bagiku adalah suatu hal yang membuatku bahagia, tapi dicintai terkadang bisa menyisakan satu rasa yang tak terdefinisi dan mungkin saja membuat kita terluka. Hingga pada akhirnya kita lah yang harus berkorban agar tak melihat pendar kekecewaan pada wajahnya. Karena itu, mengapa harus sedih jika hanya bisa mencintai dari jauh? Balasan cinta tak harus dari orang yang kita cintai kan!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Benarkah balasan cinta itu akan kita peroleh dari orang yang tidak kita cintai? Tidakkah itu justru akan semakin menyakitkan kita atau setidaknya bukan cinta yang kita berikan pada orang lain itu, melainkan hanya rasa sayang atau kasihan&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya, itulah keajaiban sebuah cinta! Kita mungkin tak menyadari bahwa masih ada orang yang mencintai kita dengan setulus hati. Memang, mengejar apa yang kita cintai akan membuahkan satu rasa paling indah jika itu tercapai. Tapi, bukankah lebih indah memberi cinta pada orang yang mencintai kita setulus hati? Yah, pada akhirnya kita harus memilih. Tapi, yakinku hanya satu, bahwa cinta tetap indah pada akhirnya&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya, cinta akan tetap indah pada akhirnya. Karena cinta penuh dengan sensasi yang tak habis untuk dinikmati dan dikenang. Bukankah cinta butuh proses? Proses itu lah seni keindahannya&#8230; mungkin memang tepat satu kalimat ‘Surga hanya diperuntukkan bagi para pencinta.&#8217;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Pesan-pesan pendek itu menjadi smacam renungan untuk saya, dan mudah-mudahan bagi kita semua. Bahwa cinta seindah apapun akan bisa menciptakan luka jika terlalu mengejarnya dengan porsi yang tak seharusnya. Tapi di sisi lain, cinta bagaimanapun rupanya bisa menciptakan kebahagiaan jika diporsikan sesuai kadarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Cinta memang sepatutnyalah bisa membuat kita jadi lebih dewasa dan bijaksana. Tanpa perlu label khusus bagi kebanyakan pecinta muda yang belum sepenuhnya mengerti makna sesungguhnya. Sepatutnyalah cinta diporsikan sesuai dengan kebutuhan dan hak sesorang atau Dzat yang memberi kita cinta. Jikalah ada seseorang yang memberi kita cinta, mungkinkah cintanya akan melebihi cinta yang telah diberikan Dzat pencipta cinta itu? Maka, bertanyalah pada diri kita sekarang. Seberapa besar porsi cinta yang telah kita berikan pada Pencipta Cinta?</p>
<p style="text-align: justify;"><em>diambil dari : http://www.dudung.net/artikel-bebas/seporsi-cinta.html</em></p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Fseporsi-cinta%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/seporsi-cinta/" title="note cinta">note cinta</a> (19), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/seporsi-cinta/" title="SEPORSI 2 CINTA">SEPORSI 2 CINTA</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/seporsi-cinta/" title="note tentang cinta">note tentang cinta</a> (4), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/seporsi-cinta/" title="kata-kata maria teguh">kata-kata maria teguh</a> (3), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/seporsi-cinta/" title="notes cinta">notes cinta</a> (3)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 7.803 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/seporsi-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menguji Cinta dan Keikhlasan</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2009/menguji-cinta-dan-keikhlasan/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2009/menguji-cinta-dan-keikhlasan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 15:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini ditulis oleh : Yeni Suryasusanti, dan diambil dari situs eramuslim.com. Tulisan ini dapat menjadi suatu pelajaran, renungan bagi kita semua&#8230;semoga kita dapat mengambil hikmah positif dari tulisan ini.. Hari ini  sebelas tahun yang lalu, saya sedang menjalani perawatan pengantin di Puri Ayu Graha Indorama Kuningan, sebagai persiapan pesta pernikahan kami yang akan berlangsung ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tulisan ini ditulis oleh : Yeni Suryasusanti, dan diambil dari situs eramuslim.com. Tulisan ini dapat menjadi suatu pelajaran, renungan bagi kita semua&#8230;semoga kita dapat mengambil hikmah positif dari tulisan ini..</p></blockquote>
<p>Hari ini  sebelas tahun yang lalu, saya sedang menjalani perawatan pengantin di Puri Ayu Graha Indorama Kuningan, sebagai persiapan pesta pernikahan kami yang akan berlangsung tanggal 11 Oktober 1998.<span id="more-408"></span></p>
<p>Saat itu usia saya belum genap 24 th, dan seperti umumnya wanita muda, rasanya persiapan &#8220;fisik&#8221; terasa lebih penting bagi saya, dari pada pembekalan &#8220;mental&#8221; yang diberikan oleh Ibu saya.</p>
<p>Ah&#8230; betapa naifnya saya saat itu, menganggap bahwa saya sudah kenal betul karakter calon suami saya hanya karena kami sudah berteman lama sebelum memutuskan untuk menikah.</p>
<p>Sejak satu  tahun sebelum menikah, setelah diadakannya pertemuan antar dua keluarga inti kami, setiap saya hendak melangkahkan kaki keluar rumah, Ibu selalu bertanya, &#8220;Yeni, sudah kasih tau Fahly kalau mau pergi?&#8221;</p>
<p>Sungguh, saat  pertanyaan itu selalu membuat saya sebal. &#8220;Kenapa sih, Bu? Jadi suami aja belum&#8230; kok ribet banget sih&#8230;&#8221; protes saya gusar. &#8220;Karena semua pembelajaran perlu proses. Haram langkah seorang istri keluar rumah tanpa izin suami. Yeni akan kaget nanti, dan pasti akan sering lupa meminta izin, kalau baru menerapkannya setelah menikah.&#8221;</p>
<p>Mengingat percakapan yang terjadi berulang kali dan sepanjang tahun itu, sungguh saya sangat bersyukur memiliki seorang Ibu yang tidak pernah putus asa mendidik putri bungsunya yang keras kepala ini, yang saat itu sangat percaya bahwa pernikahan yang baik adalah pernikahan modern yang menjunjung kesetaraan kedudukan antara suami dan istri.</p>
<p>Saat itu, &#8220;Suami ideal&#8221; bagi saya adalah suami yang bisa berkomunikasi dengan baik, tegas, bisa menghargai saya, mencintai orang tua dan keluarga saya, mau bekerja sama dalam mengurus rumah tangga dan mendidik anak, bla bla bla&#8230; segala hal positif lainnya.</p>
<p>Setelah menikah, saya menemukan kenyataan bahwa pernikahan ternyata tidak sesederhana anggapan saya sebelumnya, dan suami yang telah lama saya kenal sebagai teman, ternyata tidak semudah itu dimengerti karakternya.</p>
<p>Suami saya yang dulu sangat saya kagumi kemampuan berkomunikasinya saat kami masih bersama-sama berkecimpung di organinasi kami masing-masing di kampus, yang piawai dalam argumentasi dan mampu menengahi banyak masalah pelik di organisasi kepemudaan, ternyata diam seribu bahasa pada suatu saat, ketika saya membantahnya dengan mengajukan argumentasi.</p>
<p>Padahal saya berharap kami akan berdiskusi untuk mencari jalan tengah dari permasalahan kami.<br />
Hari demi hari berlalu, satu demi satu, kekurangan suami muncul di depan mata saya. Saat itu, saya pun menjadi bingung&#8230; dan kecewa&#8230;</p>
<p>Di tahun-tahun awal pernikahan kami, kata adil dalam kamus saya adalah satu-satu, aksi-reaksi, jika saya bisa maka kamu juga seharusnya bisa, jika kamu tidak suka maka demikian juga saya&#8230; Dan pertanyaaan yang sering muncul di kepala saya adalah : &#8220;Mengapa seorang suami boleh pergi begitu saja, sedangkan istri haram langkahnya tanpa izin suami?&#8221;.</p>
<p>Mengapa seorang suami pulang kerja bisa dengan leluasa pergi hang out dulu, sedangkan istri harus buru-buru pulang untuk mengurus anak dan rumah? Dan berbagai kata &#8220;Mengapa&#8221; bermunculan saat saya mempelajari dengan setengah hati bagaimana menjadi istri shalihah, sehingga yang saat itu muncul dalam pikiran saya adalah &#8220;betapa tidak adilnya Islam pada wanita&#8221;&#8230; Astaghfirullah&#8230; Semoga Allah mengampunkan prasangka buruk saya dulu&#8230;</p>
<p>&#8220;Yeni, jangan kamu lihat kekurangan suamimu&#8230; lihat kelebihannya saja&#8230;&#8221; nasehat Ibu kepada saya.<br />
&#8220;Yeni, belajarlah untuk ikhlas. Ikhlas berarti kamu bisa menerima semua kekurangan suami tanpa ada kata, &#8216;&#8221;tapi&#8221;. Jadikan pernikahan kamu sebagai ibadah&#8230;&#8221; ucapan seorang sahabat wanita yang sudah saya anggap kakak, mencoba mengetuk hati saya.</p>
<p>Tahun demi tahun kami lalui&#8230; Saya pun membuktikan bahwa berada di lingkungan yang positif mempengaruhi kita untuk berpikiran positif juga. Berada di lingkungan kerja dan lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi mahligai pernikahan membuat saya tidak gampang menyerah saat menemukan perbedaan prinsip dalam beberapa aspek kehidupan kami.</p>
<p>Wejangan tak putus dari Ibu saya, yang selalu meminta saya mengoreksi diri sendiri sebelum menyalahkan suami, membuat mata saya mulai terbuka, betapa saya pun tidak sempurna sebagai seorang pribadi, istri dan ibu. Jadi pantaskah jika saya menuntut suami saya berakhlak seperti Rasulullah jika saya sendiri tidak berakhlak seperti Ibu Khadijah?</p>
<p>Sebagai pribadi, saya terkadang dominan, karena terbiasa pendapat saya didengar dan dipertimbangkankan. Sebagai istri, saya masih kurang mengabdi (jauh sekali jika dibandingkan dengan pengabdian Ibu saya kepada Papa).</p>
<p>Sebagai ibu, di saat lelah saya terkadang menjadi kurang sabar. Masih banyak lagi kekurangan dan kesalahan yang pernah saya perbuat, yang mungkin jika saya tulis satu per satu akan membuat penuh lembaran buku dosa saya. Namun suami saya menerima hal itu, dan tidak melemparkan kritik sama sekali kecuali saya sudah keterlaluan.</p>
<p>Saya pun mulai belajar menjadi &#8220;paranormal&#8221; &#8211; istilah saya untuk orang yang tau sesuatu tanpa diberitahu secara lisan dengan mulai mempelajari reaksi suami saya &#8211; expresi wajah, sorot mata, garis mulut, bahasa tubuhnya &#8211; dari berbagai kejadian.</p>
<p>Setelah mulai memahami, barulah saya menyadari, bahwa suami saya tidak mau mendebat saya dalam diskusi justru karena cinta, karena dia tidak ingin menyakiti hati saya dengan kata-kata&#8230; Tidak adanya kritikan dan protes keras yang dia sampaikan atas sifat-sifat saya yang mungkin tidak berkenan di hatinya belum tentu karena dia tidak apa-apa, melainkan karena dia ingin saya berubah atas kesadaran saya sendiri, bukan karena terpaksa.</p>
<p>Akhirnya saya mengerti, bahwa dengan diamnya, suami saya menunjukkan toleransinya, dan dengan maaf yang dia berikan atas kesalahan-kesalahan yang saya perbuat, suami saya menunjukkan cintanya&#8230;</p>
<p>Teman-teman pria di sekeliling saya dan teman-teman wanita disekeliling suami saya pun menjadi penguji kekuatan cinta kami&#8230; membuktikan bahwa cinta memang harus terus dipelihara, dipupuk dan diperjuangkan. Berpulangnya putri tercinta kami ke rahmatullah pun menjadi penguat cinta kami, sekaligus membuktikan bahwa kami memang benar-benar saling membutuhkan, kami butuh saling menguatkan&#8230;</p>
<p>Saya mulai belajar untuk selalu memperbaiki diri, meskipun perlahan dan rasanya tidak akan pernah sepenuhnya berhasil jika mengingat tidak ada manusia yang sempurna.</p>
<p>But at least, saya terus berusaha, meski tidak mudah, dan dengan diiringi doa, tanpa meributkan siapa yang salah, mulai dari diri saya sendiri, dan tanpa menunggu apalagi meminta suami saya melakukan perubahan terlebih dulu.</p>
<p>Saya percaya Allah maha membolak-balikkan hati. Insya Allah, suami saya akan tergerak hatinya jika melihat saya sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri, dan bukan mustahil dia akan melakukan hal yang sama.</p>
<p>Saya pun mulai belajar melihat kelebihan suami saya, mengingat semua hal yang dulu membuat saya jatuh cinta.</p>
<p>Pada kegigihannya mendapatkan cinta saya, meskipun dia tidak piawai menyatakannya dengan kata-kata pada usahanya memperjuangkan hubungan cinta kami agar direstui kedua keluarga, pada rasa sayang dia kepada orang tua dan keluarga saya, pada waktu yang selalu dia luangkan untuk ikut kumpul bersama arisan keluarga saya, pada kemampuannya menjadi teman dan sahabat bagi saya dan bagi setiap anggota keluarga besar saya&#8230; pada usahanya yang tak kenal putus untuk membahagiakan saya meskipun dengan caranya sendiri.  Dan&#8230; masih banyak lagi.</p>
<p>Subhanallah&#8230; ternyata sungguh banyak kelebihan suami saya jika saya berniat menggalinya, sehingga kekurangannya tidak lagi terasa berarti&#8230;</p>
<p>Tiga  tahun terakhir ini, saya mulai belajar melihat pernikahan saya sebagai ibadah. Bagaimana memahami dan mengurus suami serta mendidik anak merupakan ladang amal yang luas bagi seorang istri dan ibu.</p>
<p>Lewat perjalanan yang cukup panjang, meskipun bukan mendapatkan pencerahan dari pengajian dan hanya merupakan visi saya, pribadi saya mulai memahami arti Allah menciptakan manusia berpasangan. Bukan hanya jenis kelamin, tapi juga sisi kelebihan dan kekurangannya&#8230;</p>
<p>Seperti dalam pernikahan kami, semua kekurangan suami saya lengkapi dengan kelebihan saya, sebagaimana dia melengkapi banyak kekurangan saya dengan kelebihannya. Terbayang oleh saya, jika suami saya mampu mengerjakan semuanya sendiri, untuk apa lagi ada saya? Pasti akan sangat menyedihkan menjadi orang yang tidak dibutuhkan&#8230;</p>
<p>Lewat introspeksi diri yang panjang pula &#8211; karena saya hanya diberitahu tentang hadist mengenai haramnya langkah seorang istri tanpa izin suami tanpa penjelasan mengapa hal tersebut diharamkan dan riwayat diangkatnya ke surga seorang ibu yang memiliki putri yang tidak datang saat beliau meninggal karena belum mendapat izin dari suami yang sedang pergi keluar rumah &#8211; saya akhirnya mengambil hikmah pribadi betapa Rasulullah menganggap pentingnya komunikasi antar suami istri.</p>
<p>Karena jika komunikasi suami dan istri sangat baik, suami istri saling memahami dan terbiasa berkompromi, rasanya tidak akan mungkin suami tidak memberikan izin langkah seorang istri selama disampaikan secara santun, untuk tujuan yang baik dan tidak mengabaikan tugas istri yang lebih utama.</p>
<p>Saya pun jadi berpikir, jika pergi keluar rumah tanpa izin suami tidak diharamkan, akankah saya berusaha mati-matian untuk mengenal, memahami dan berkomunikasi efektif dengan suami saya?</p>
<p>Mungkin tidak, karena toh tidak berdosa saya jika saya pergi tanpa izinnya. Namun, karena hal tersebut diharamkan, yang berarti saya berdosa jika pergi keluar rumah tanpa izin, pastinya saya akan berusaha mencari jalan bagaimana agar halal langkah saya, agar tidak bertambah buku dosa saya. Akibat usaha tersebut, suami saya pun benar-benar menjadi belahan jiwa saya.</p>
<p>Akhirnya saya pun harus mengakui betapa adilnya Islam terhadap wanita&#8230; Karena meskipun terasa berat tugas dan tanggung jawab seorang istri di dunia dalam pandangan masyarakat kita, namun di akhirat nanti dia hanya menanggung dirinya sendiri.</p>
<p>Sedangkan meskipun terlihat enak menjadi suami di dunia dalam pandangan masyarakat kita, namun di akhirat justru paling berat tanggung jawabnya karena suami berkewajiban membimbing anggota keluarganya &#8211; istri dan anak-anaknya &#8211; sehingga baik buruknya akhlak istri dan anak-anak tidak lepas dari tanggung jawab suami pula.</p>
<p>Pun begitu banyaknya ladang amal bagi seorang wanita. Melahirkan sebagai jihad, mengurus suami dan anak sebagai jihad&#8230; sedangkan laki-laki harus pergi keluar untuk membela agama dulu baru terhitung jihad &#8230;</p>
<p>Well, saya hidup di dunia hanya sementara kan? Jadi, mengapa seolah hidup hanya mempermasalahkan beban berat seorang istri di dunia sedangkan di depan mata terhampar ladang amal yang luas untuk bekal hidup di akhirat kelak?</p>
<p>Mungkin sebenarnya perjuangan saya akan lebih sederhana jika saya datang kepada ahli agama. Karena semua aturan dan bagaimana hubungan yang baik dalam rumah tangga, sudah di riwayatkan melalui contoh-contoh dalam hadist Rasulullah.</p>
<p>Namun karena segala keterbatasan diri saya, saya harus menempuh jalan yang panjang, dengan jatuh bangun pula&#8230; Bagaimanapun sulitnya, alhamdulillah, semua itu saya anggap sebagai sarana pendewasaan diri saya&#8230;</p>
<p>Sejak tiga tahun yang lalu, Alhamdulillah, saya telah belajar untuk ikhlas&#8230; Mengurus rumah tangga dan mendidik anak pun sudah menjadi suatu kenikmatan bagi saya, semula hanya karena mengingat nilai ibadahnya, dan akhirnya juga karena bahagia mengerjakan prosesnya dan melihat hasilnya.</p>
<p>Dulu, jika ada tugas rumah tangga yang saya kerjakan yang seharusnya merupakan porsi tugas suami, saya terkadang berkata, &#8220;Saya ikhlas kog mengerjakannya, tapi kan seharusnya suami saya bisa mengerjakan itu&#8230;&#8221; (yang benar kata sahabat wanita saya bahwa adanya kata Tapi itu pertanda jauh di dalam lubuk hati saya belum ikhlas.</p>
<p>Saat ini, Alhamdulillah, jika ada yang bertanya, saya sudah bisa hanya berkata, &#8220;Ya, saya ikhlas mengerjakannya.&#8221;, sambil tersenyum pula.</p>
<p><em>Tulisan ini saya persembahkan untukmu, Ahmad Fahly Riza, suami tercinta, yang saya berikan lebih awal dengan niat sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita yang ke 11 di tanggal 11 Oktober 2009.</p>
<p>Saya tulis ini sebagai perwujudan cinta dan rasa syukur saya karena memiliki suami yang pemaaf dan penuh cinta&#8230; suami yang karena karakternya membuat saya belajar banyak untuk dunia dan akhirat saya&#8230;</p>
<p>Meskipun mungkin kelak masih akan ada ujian dari Allah bagi cinta kita &#8211; semoga Allah selalu menyelamatkan bahtera rumah tangga kita &#8211; saat ini izinkan saya nyatakan pada dunia bahwa saya mencintaimu seutuhnya, karena Allah semata&#8230;</em></p>
<p>Semoga tulisan ini bisa menjadi manfaat bagi semua yang membaca, terutama bagi yang akan menikah, bahwa memasuki ambang pernikahan bukan dengan niat utama untuk ibadah akan menghasilkan banyak kekecewaan&#8230;</p>
<p>Pun, bagi yang sudah dan masih menikah, tidak ada kata terlambat untuk mulai menjadikan pernikahan sebagai sarana menuju surga disamping sebagai surga dunia&#8230;</p>
<p>Jakarta, 8 Oktober 2009<br />
Yeni Suryasusanti</p>
<p><em>Sumber : http://www.eramuslim.com/oase-iman/pernikahan-saya-sebuah-media-untuk-mengasah-kemampuan-berkomunikasi-dan-kompromi-menguji-cinta-dan-keikhlasan-serta-sarana-perbaikan-diri-dan-ibadah.htm</em></p>
<blockquote></blockquote>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2009%2Fmenguji-cinta-dan-keikhlasan%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2009/menguji-cinta-dan-keikhlasan/" title="keikhlasan dalam cinta">keikhlasan dalam cinta</a> (13), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/menguji-cinta-dan-keikhlasan/" title="keikhlasan cinta">keikhlasan cinta</a> (11), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/menguji-cinta-dan-keikhlasan/" title="arti keikhlasan cinta">arti keikhlasan cinta</a> (11), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/menguji-cinta-dan-keikhlasan/" title="note tentang cinta">note tentang cinta</a> (9), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/menguji-cinta-dan-keikhlasan/" title="keikhlasan istri">keikhlasan istri</a> (8)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.527 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2009/menguji-cinta-dan-keikhlasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Pernikahan</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2009/renungan-pernikahan/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2009/renungan-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 00:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang salah manakala seorang muslimah merindukan cinta dan kasih sayang dari seseorang yang diharapkan akan menjadi pendamping hidupnya. Setiap insan termasuk seorang muslimah pun berhak dan lumrah untuk merasakan kerinduan semacam itu. Meskipun tak terungkap secara lisan, penantian dan impian untuk menggapai sebuah mahligai pernikahan adalah puncak gelisah dan kerinduan yang merupakan salah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada yang salah manakala seorang muslimah merindukan cinta dan kasih sayang dari seseorang yang diharapkan akan menjadi pendamping hidupnya. Setiap insan termasuk seorang muslimah pun berhak dan lumrah untuk merasakan kerinduan semacam itu. Meskipun tak terungkap secara lisan, penantian dan impian untuk menggapai sebuah mahligai pernikahan adalah puncak gelisah dan kerinduan yang merupakan salah satu bentuk ujian seorang gadis muslim.<span id="more-353"></span></p>
<p>Ibarat sekuntum bunga yang sedang mekar atau bahkan telah mekar dan matang dalam waktu yang sudah cukup lama, adanya kecenderungan untuk disentuh oleh si kumbang jantan yang menawan dan memberikan sari madunya adalah adalah salah satu fitrah yang lumrah dirasakan oleh dirasakan oleh seorang gadis. Sayangnya, saat ini banyak sekali dan semakin banyak kumbang-kumbang jantan yang hanya mengobral rayuan gombal, kata-kata picisan, hanya menggoda, bahkan hanya ingin menghisap sari madu dari sang gadis saja, setelah dapat ia terbang dan menghilang entah kemana. Sedikit sekali kumbang-kumbang jantan yang bersedia berjuang untuk membawa sang gadis dengan jalan yang diridhoi oleh Allah swt, yaitu sebuah jalan pernikahan.</p>
<p>Pernikahan merupakan sebuah ikatan suci, maka sudah sepatutnyalah setiap langkah untuk mencapainya pun harus dilakukan dengan cara yang suci. Manakala seorang gadis telah merasakan kerinduan akan seorang pendamping hidup, artinya secara sadar maupun tidak ia telah melangkahkan kakinya pada salah satu jalan yang akan menghantarkan pikiran dan hatinya pada sebuah mahligai pernikahan. Untuk itu, hendaknya ia senantiasa berjaga dengan kuat dan berhati-hati dalam setiap langkah. Jangan sampai ada noda yang tercecer dan mengotori jalan yang suci ini hingga tiba saat yang dinanti-nanti, yaitu ketika Allah meridhoi dan mewujudkan sebuah pernikahan indah dan suci yang selama ini didambakan.</p>
<p>Memang, penantian tidaklah membutuhkan tenaga yang ekstra besar. Namun, sebagian besar manusia pun mengakui bahwa penantian adalah  salah satu pekerjaan yang sangat melelahkan. Terlebih lagi penantian untuk sebuah pernikahan, ini merupakan sebuah penantian besar yang sangat melelahkan. Karena, dalam penantian inilah syaithon-syaithon dalam bentuk nafsu dan syahwat senantiasa menghampiri. Manakala seorang gadis tengah berada dalam lelahnya sebuah penantian, maka pada saat itulah syaithon-syaithon sedang menatapnya sebagai sebuah sarapan pagi yang lezat dan siap untuk disantap. Oleh karena itu, seorang muslimah hendaknya benar-benar mengerti hal-hal yang sebaiknya ia lakukan dalam masa penantiannya. Dengan demikian, penantiannya untuk sebuah pernikahan yang indah dan suci tidak akan sia-sia, dan Allah akan memberikannya seorang pendamping Robbani dalam pernikahan yang telah menjadi impian.</p>
<p>Pernikahan adalah awal dari sebuah kehidupan dan perjalanan hidup yang baru. Idealnya, perjalanan panjang hendaknya disertai dengan bekal yang benar dan cukup. Demikian pula dengan pernikahan, membutuhkan bekal yang tidak sedikit dan sembarangan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sepatutnya dilakukan dan diistiqomahkan oleh seorang muslimah dalam penantiannya untuk menuju sebuah pernikahan yang diridhoi oleh Allah swt. Langkah-langkah inilah yang insya Allah akan menjadi bekal untuk berlayar di atas lautan dan gelombang kehidupan dengan ombak dan badai yang selalu mengintai. Langkah-langkah inilah yang akan menjadi kompas dan bahan bakar untuk perahu pernikahan.</p>
<p>1.    Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah</p>
<p>Menantikan seorang lelaki sholih yang akan meminang dan menyandingnya dalam sakralnya pernikahan memang akan memancing datangnya berbagai bentuk godaan. Untuk itulah, seorang muslimah hendaknya terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya (baik ibadah fardhu maupun sunnah) untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Insya Allah, dengan peningkatan ibadah ini Allah akan memberikan kekuatan dan pertolongannya untuk menghadapi godaan-godaan yang mencoba untuk menggoyahkan dan memikatnya.</p>
<p>2.    Istiqomah dalam doa dan tawakal</p>
<p>Sesungguhnya, segala sesuatu yang terjadi maupun yang tidak terjadi adalah hanya atas kehendak Allah swt semata. Rizki, maut, dan juga jodoh, itu semua berada dalam genggaman Allah swt, tidak akan ada yang mampu merubahnya kecuali Dia. Dan sebagai manusia, yang diwajibkan hanyalah berusaha dan berdoa dengan sebaik-baiknya. Kemudian bertakwakallah kepada-Nya, serahkan dan percayakan segala keputusan final hanya kepada-Nya. Janganlah pesimis dan berburuk sangka kepada Allah, karena Allah akan mengikuti persangkaan hamba-Nya.</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh: 153)</p>
<p>Istiqomahlah dalam berdoa agar diberikan pendamping hidup yang sholeh, dan dikaruniakan sebuah pernikahan yang barokah sehingga membawa kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Yakinlah bahwa Allah lebih mengerti apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan yakinlah, bahwa Allah hanya akan memberikan yang terbaik kepada hamba-Nya.</p>
<p>3.    Mempersiapkan diri</p>
<p>Meskipun dinanti-nanti, namun pernikahan bukanlah hal sepele yang dapat dicapai dan dijalani dengan sembarangan atau asal mau saja. Ketika seorang wanita telah memasuki pintu pernikahan, maka secara otomatis kewajibannya pun telah bertambah (demikian pula halnya dengan laki-laki). Maka dari itu, hendaknya seorang muslimah senantiasa mempersiapkan dirinya sebelum seorang pangerang yang diutus oleh Allah swt datang untuk menjemput dan membawanya menuju istana pernikahan yang sakral.</p>
<p>Teruslah membekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, dan terutama ilmu agama yang berkaitan dengan masalah kerumah tanggaan. Selain itu, seorang muslimah juga harus membekali dirinya dengan keterampilan berumah tangga. Dan bekal yang terakhir adalah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang isteri sholihah yang taat dan senantiasa menyenangkan hati suami.</p>
<p>Saudariku, pernikahan adalah dambaan bagi setiap insan, tidak terkecuali seorang muslimah. Dan menunggu pangeran sholih yang akan menjemputnya menuju mahligai pernikahan yang sakral, bukanlah perjuangan yang ringan. Gelisah, gundah, tanda tanya, harap, cemas, semua membaur menjadi satu. Namun, sekali lagi pernikahan bukanlah ikatan yang dapat dijalin dengan “mau” saja. Untuk menuju pernikahan yang barokah, dibutuhkan bekal-bekal yang benar dan cukup. Jangan sampai kita kehabisan bahan bakar ataupun perbekalan ketikan sedang menyelami lautan pernikahan. Terlebih lagi menyelami lautan pernikahan tanpa membawa bekal, anda akan kelaparan dan kehausan. Jangan sampai anda melupakan peta dan kompas manakala hendak menjelajahi belantara pernikahan.</p>
<p>Saudariku, rindukanlah sebuah pernikahan sakinah, mawaddah, warrohmah. Rindukanlah seorang pendamping hidup yang akan membawa ikatan pernikahan mulia di dunia dan akhirat. Dan tidaklah sebuah pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah, melainkan dengan kita memperjuangkannya di jalan yang diridhoi oleh Allah, melainkan kita masuki pintu pernikahan tersebut dengan menyebut asma Allah. Dan tidaklah senuah pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah, kecuali kita menjalankannya dengan bekal yang cukup, dengan bekal yang benar. Allah, adalah pangkal tolak dan arah melangkah kita dalam menanti dan mengemudikan sebuah pernikahan.</p>
<p>Pernikahan yang barokah adalah pernikahan yang dilandasi dengan nilai-nilai iman dan takwa. Hanya pernikahan yang barokahlah yang akan memberikan kebagiaan dunia dan akhirat. Pernikahan dibawah naungan islam, pernikahan dibawah naungan Allah adalah pernikahan yang menjadi dambaan orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Tiga langkah di atas merupakan secuil ikhtiar yang jika direalisasikan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keistiqomahan, insya Allah akan menjaga diri kita dari godaan-godaan yang menerpa manakala berada disebuah jalan menuju pernikahan. Dan insya Allah akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam mengaruhi bahtera pernikahan kelak.</p>
<p>www.syahadat.com
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2009%2Frenungan-pernikahan%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2009/renungan-pernikahan/" title="renungan pernikahan">renungan pernikahan</a> (20), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/renungan-pernikahan/" title="menuju pernikahan barokah">menuju pernikahan barokah</a> (8), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/renungan-pernikahan/" title="renungan muslimah">renungan muslimah</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/renungan-pernikahan/" title="renungan perkawinan">renungan perkawinan</a> (6), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/renungan-pernikahan/" title="jodoh dalam islam dan godaan">jodoh dalam islam dan godaan</a> (5)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 9.776 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2009/renungan-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suami Seperti Rasulullah saw</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2009/suami-seperti-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2009/suami-seperti-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 00:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi seorang suami memang membutuhkan satu kematangan emosional dan berpikir yang baik. Tentunya, hal itu tidak lepas dari kuantitas dan kualitas ilmu yang dimiliki. Semakin banyak  ilmu yang dimiliki oleh seorang lelaki (khusunya ilmu agama dan ilmu kerumah tanggaan), maka Insya Allah akan semakin baiklah ia dalam menjalankan peranannya sebagai seorang suami. Tanpa disokong dengan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Menjadi seorang suami memang membutuhkan satu kematangan emosional dan berpikir yang baik. Tentunya, hal itu tidak lepas dari kuantitas dan kualitas ilmu yang dimiliki. Semakin banyak  ilmu yang dimiliki oleh seorang lelaki (khusunya ilmu agama dan ilmu kerumah tanggaan), maka Insya Allah akan semakin baiklah ia dalam menjalankan peranannya sebagai seorang suami.<span id="more-350"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa disokong dengan kuantitas dan kualitas ilmu yang baik, niscaya <strong>kematangan emosional</strong> dan cara berpikir tidak akan tercapai dengan baik. Dan tanpa adanya kedua hal tersebut maka rumah tangga akan menjadi lahan empuk bagi sang suami untuk menerapkan kesewenang-wenangannya terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal dirumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Istri menjadi lahan jajahan yang empuk bagi para suami, hal ini banyak sekali terjadi karena minimnya kadar ilmu seorang suami. Suami senantiasa menuntut untuk dilayani dan dituruti setiap keinginan dan perintahnya. Seolah-olah istri adalah robot yang harus hanya melayani kemauannya semata. Merasa menjadi orang yang paling berjasa dalam rumah tangga karena telah mencari nafkah untuk keluarga, banyak suami yang akhirnya senantiasa “ongkang-ongkang kaki” (baca: sama sekali tidak (ingin) bekerja atau berbuat sesuatu) dalam rumah tangga. Tidak mau sedikitpun membantu pekerjaan yang ada di rumah, terlebih lagi yang memang pada umumnya dikerjakan oleh para wanita. Seolah-olah haram bagi mereka untuk menyentuh atau membantu mengerjakan pekerjaan istrinya di rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah Muhammad saw adalah seorang <strong>suami teladan </strong>bagi seluruh umat manusia. Di luar rumah beliau berperan sebagai seorang panglima perang dan figur dakwah, dan di rumah beliau pun mampu berperan sebagai suami terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Memiliki seorang suami seperti Rasulullah Muhammad saw, tentunya tidak ada yang akan menolak. Dan menjadi seorang suami seperti Rasulullah Muhammad saw, tentunya setiap lelaki yang berakal sehat pun pasti menginginkannya. Memang, untuk menjadi seorang suami seperti Rasulullah Muhammad saw tidak akan dapat dilakukan dengan sepenuhnya (sama persis seperti beliau apa adanya). Karena pada dasarnya, beliau adalah seorang Rasul yang terjaga dari kesalahan dan maksiat sekecil apapun, sementara kita hampir selalu saja bersentuhan dengan yang namanya maksiat atau dosa, baik sengaja maupun tidak sengaja. Hanya saja, sebagai umatnya kita tentu saja dapat memaksimalkan usaha untuk dapat mengikuti jejak beliau dalam berumah tangga. Untuk menjadi seorang suami seperti Rasulullah saw, kita dapat berusaha untuk senantiasa mengaplikasikan apa-apa yang beliau aplikasikan di dalam rumah tangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam rumah tangga, Rasulullah Muhammad saw tidak pernah bersifat meraja yang selalu ingin atau meminta untuk dilayani. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah memperbudak istri-istri beliau. Justru beliau sangat sayang dan menghormati istri-istri beliau, mendidik istri-istri beliau dan bersikap seadil-adilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasullah Muhammad saw senantiasa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dengan ikhlas. Beliau membantu mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan istri-istrinya. Hebatnya lagi, beliau yang merupakan seorang Rasul Allah swt, tokoh dakwah terkemuka, dan sebagai panglima perang tidak pernah merasa malu atau malas untuk mengerjakan pekerjaan-perkejaan istri beliau (pekerjaan wanita). Beliau suka menjahit pakaian beliau sendiri yang robek. Dan Rasulullah Muhammad saw ketika berada di rumah, beliau juga bekerja membantu memerah susu. Semaksimal mungkin beliau pun bersikap mandiri dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, melayani diri sendiri dan tidak menekan sang istri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita lihat di masa ini, tidak banyak suami yang bersedia untuk mengerjakan pekerjaan wanita atau istri-nya. Mencuci pakaian, mencuci piring, menyeterika, dan lain-lain adalah mutlak menjadi tugas istri. Padahal Rasulullah Muhammad saw tidaklah demikian, beliau berdakwah, berperang, dan juga masih mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga (pekerjaan istri). Rasulullah Muhammad saw tidak pernah mengatakan hal tersebut dan tidak pernah bersikap seperti itu. Istri Rasulullah Muhammad saw senantiasa mengatakan bahwa Rasulullah saw adalah seorang suami yang senantiasa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah yang biasa dilakukan oleh para istri, termasuk melayani kebutuhan beliau sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Aisyah ra. pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah saw di dalam rumah?” Ia radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang manusia biasa. Beliau menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani diri beliau sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: ‘Apakah yang biasa dilakukan Rasulullah saw di rumah?’ ‘Aisyah ra. menjawab: “Beliau biasa membantu keluarga, apabila mendengar seruan azan, beliau segera keluar (untuk menunaikan shalat).” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah Muhammad saw adalah seorang Rasul Allah swt yang mulia, Figur dakwah dan panglima perang besar yang gagah perkasa. Namun beliau tidak pernah merasa enggan, malas, atau gengsi untuk membantu pekerjaan istri-istri beliau. Beliau tidak pernah mengeluh manakala harus melayani kebutuhannya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan kita? Masihkah kita akan tetap bersikap meraja di dalam rumah tangga?</p>
<p style="text-align: justify;">Oelh: Abdullah di www.syahadat.com</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2009%2Fsuami-seperti-rasulullah-saw%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2009/suami-seperti-rasulullah-saw/" title="rumah tangga rasulullah saw">rumah tangga rasulullah saw</a> (19), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/suami-seperti-rasulullah-saw/" title="rasulullah sebagai suami">rasulullah sebagai suami</a> (11), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/suami-seperti-rasulullah-saw/" title="suami seperti rasulullah">suami seperti rasulullah</a> (5), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/suami-seperti-rasulullah-saw/" title="rumah tangga rasulullah">rumah tangga rasulullah</a> (5), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/suami-seperti-rasulullah-saw/" title="rumah tangga menurut Rasulullah SAW">rumah tangga menurut Rasulullah SAW</a> (5)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 8.763 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2009/suami-seperti-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seorang Perempuan</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2009/seorang-perempuan/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2009/seorang-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 17:38:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Aku diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Akulah penolongmu yang sepadan, bukan ’sparing partner’ yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, Aku tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu. Tetapi Aku akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Aku diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Akulah penolongmu yang sepadan, bukan ’sparing partner’ yang sepadan.</p>
<p>Ketika pertandingan dimulai, Aku tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu. Tetapi Aku akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang <span id="more-307"></span>saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu.Akulah yang akan menutupi kekuranganmu.</p>
<p>Aku ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki (kamu): perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele. Sehingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, Akulah yang akan menyelesaikan bagianmu. Sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu… kau menjadi lebih kuat karena kehadiranku di sisimu.</p>
<p>Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan. Aku tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki. Tetapi aku butuh jaminan rasa aman darimu karena Aku ada untuk dilindungi. Tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.</p>
<p>Aku tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang Aku butuhkan adalah perhatiannya, kata-kata yang lembut, ungkapan-ungkapan sayang yang sepele. Namun bagiku sangat berarti… membuatku aman di dekatmu.</p>
<p>Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang. Seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun. Aku lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang.</p>
<p>Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya. Tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya. Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki. Apa yang menjadi bagian dari hidupku, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluargaku akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluargaku juga. Sekalipun aku jauh dari keluargamu, namun ikatan emosi kepada keluargaku tetap ada karena aku lahir dan dibesarkan di sana. Karena mereka, aku menjadi seperti sekarang ini.</p>
<p>Perasaanku terhadap keluargamu, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga. Karena aku dan kamu adalah satu. Aku adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan aku ada di bagian lapangan yang sama denganmu.</p></blockquote>
<p><em>Sumber : http://forum.dudung.net/index.php/topic,16982.0.html</em></p>
<blockquote></blockquote>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2009%2Fseorang-perempuan%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2009/seorang-perempuan/" title="hakikat perempuan">hakikat perempuan</a> (43), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/seorang-perempuan/" title="hakikat seorang perempuan">hakikat seorang perempuan</a> (14), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/seorang-perempuan/" title="hakekat perempuan">hakekat perempuan</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/seorang-perempuan/" title="hakikat laki-laki">hakikat laki-laki</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/seorang-perempuan/" title="blog tentang hakikat rumput">blog tentang hakikat rumput</a> (3)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 11.764 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2009/seorang-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Janji ALLAH bagi yang akan menikah</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2009/janji-allah-bagi-yang-akan-menikah/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2009/janji-allah-bagi-yang-akan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 17:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.</p>
<p align="justify">Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.<span id="more-302"></span></p>
<p align="justify">Inilah kabar gembira berupa janji   Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku&#8230;</p>
<p align="justify">1.  <em>&#8220;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),dan <strong>wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang   baik</strong> dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik   (pula)&#8221;.</em> (An Nuur   : 26)</p>
<p align="justify">Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.</p>
<p align="justify">2.       <em>&#8220;Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. <strong>Jika mereka miskin Allah akan   memampukan mereka dengan karunia-Nya</strong>. Dan Allah Maha Luas   (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui&#8221;.</em> (An Nuur: 32)</p>
<p align="justify">Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, &#8220;apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?&#8221;.</p>
<p align="justify">Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah &#8211; dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya &#8211; maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?</p>
<p align="justify">3.       <em>&#8220;Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan <strong>seorang yang menikah karena   ingin memelihara kehormatannya</strong>&#8220;.</em> (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy,   Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)</p>
<p align="justify">Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.</p>
<p align="justify">4.       <em>&#8220;Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir&#8221;.</em> (Ar Ruum : 21)</p>
<p align="justify">5.       <em>&#8220;Dan Tuhanmu berfirman :   ‘<strong>Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu</strong>.   Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk   neraka Jahannam dalam keadaan hina dina&#8217; &#8220;.</em> (Al Mu&#8217;min : 60)</p>
<p align="justify">Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dst.</p>
<p align="justify">Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.</p>
<p align="justify">Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.</p>
<p align="justify">Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dll.</p>
<p align="justify">Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.</p>
<p align="justify">Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p align="justify"><em>&#8220;Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam&#8221;.</em> (Hadits shahih riwayat Muslim   (7/37) dan Ahmad).</p>
<p align="justify"><em>Telah bersabda Rasulullah   shallallahu ‘alaihi wa sallam, &#8220;Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun   itu.&#8221;</em> (Shahih   riwayat Muslim juz 7 hal. 35).</p>
<p align="justify"><em>Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, &#8220;Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.&#8221;</em> (Hadits shahih riwayat Abu Dawud   (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).</p>
<p align="justify">6.       <em>&#8220;<strong>Mintalah pertolongan   (kepada Allah) dengan sabar dan shalat</strong>&#8220;.</em> (Al Baqarah : 153)</p>
<p align="justify">Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid&#8217;ah-bid&#8217;ah.</p>
<p align="justify">7.       <em>&#8220;Karena <strong>sesungguhnya sesudah   kesulitan itu ada kemudahan</strong>, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada   kemudahan&#8221;.</em> (Alam   Nasyrah : 5 &#8211; 6)</p>
<p align="justify">Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.</p>
<p align="justify">8.       <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman <strong>jika kamu menolong (agama) Allah</strong>, niscaya <strong>Dia<br />
akan   menolongmu</strong> dan meneguhkan kedudukanmu&#8221;.</em> (Muhammad : 7)</p>
<p align="justify">Agar Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.</p>
<p align="justify">9.       <em>&#8220;Sesungguhnya <strong>Allah pasti   menolong orang yang menolong (agama)-Nya</strong>. Sesungguhnya Allah   benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa&#8221;.</em> (Al Hajj : 40)</p>
<p align="justify">10.   <em>&#8220;Ingatlah, sesungguhnya pertolongan   Allah itu amat dekat&#8221;.</em> (Al Baqarah : 214)</p>
<p align="justify">Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.</p>
<p align="justify">Jadi, kenapa ragu dengan janji   Allah?</p>
<p align="justify">&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: left;"><em>Sumber : http://www.dudung.net/artikel-islami/janji-allah-bagi-anda-yang-akan-menikah.html</em></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="282">
<tbody>
<tr>
<td width="39%"><em>Nama Pengirim </em></td>
<td width="61%"><em>: ABDUL MU&#8217;THI</em></td>
</tr>
<tr>
<td><em>Email</em></td>
<td><em>: info_ibnu@yahoo.co.id</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2009%2Fjanji-allah-bagi-yang-akan-menikah%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2009/janji-allah-bagi-yang-akan-menikah/" title="rejeki menikah">rejeki menikah</a> (9), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/janji-allah-bagi-yang-akan-menikah/" title="hadis rejeki">hadis rejeki</a> (4), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/janji-allah-bagi-yang-akan-menikah/" title="apakah orang yang akan menikah akan mendapatkan ujian">apakah orang yang akan menikah akan mendapatkan ujian</a> (4), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/janji-allah-bagi-yang-akan-menikah/" title="Ya Allah janji allah untuk para wildan">Ya Allah janji allah untuk para wildan</a> (3), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/janji-allah-bagi-yang-akan-menikah/" title="hadist tentang janji">hadist tentang janji</a> (3)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 10.694 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2009/janji-allah-bagi-yang-akan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hak-Hak Suami dan Istri</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2009/hak-hak-suami-dan-istri/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2009/hak-hak-suami-dan-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 09:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh kunci keberhasilan dalam bermuamalah dengan orang lain adalah menunaikan hak orang lain atas kita. Kita memenuhi apa yang sepatut didapatkan oleh yang lain. Maka begitu pula dalam hubungan suami istri. Salah satu kunci langgengnya rumah tangga adalah sang suami menunaikan hak istrinya demikian juga sebaliknya. Hak-hak Suami atas Istri Hak-hak suami yang wajib dipenuhi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh kunci <strong>keberhasilan dalam bermuamalah </strong>dengan orang lain adalah menunaikan hak orang lain atas kita. Kita memenuhi apa yang sepatut didapatkan oleh yang lain. Maka begitu pula dalam hubungan suami istri. Salah satu kunci langgengnya rumah tangga adalah sang suami menunaikan hak istrinya demikian juga sebaliknya.<span id="more-209"></span></p>
<p><strong>Hak-hak Suami atas Istri</strong><br />
Hak-hak suami yang wajib dipenuhi istri banyak sekali dan sangat agung. Begitu agungnya sampai-sampai Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: &#8220;<em>Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada suaminya</em>.&#8221; (HR Abu Daud dan Al-Hakim). Bahkan bagaimana seorang istri memenuhi hak suaminya bisa menjadi penentu nasibnya di akhirat kelak, sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “<em>Perhatikanlah selalu bagaimana hubungan engkau dengan suamimu, karena ia adalah surgamu dan nerakamu</em>” (Shahih. Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ath Thabrani).</p>
<p>Terhadap suaminya, seorang istri harus menjalankan etika-etika berikut ini:</p>
<p><strong>1.  Taat kepada suami selama tidak dalam kemaksiatan kepada Allah Ta‘ala</strong></p>
<p>Seorang istri wajib menta’ati suami Firman Allah <em>Ta‘ala</em>, &#8220;<em>Kemudian jika mereka mentaati kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka</em>.&#8221; (An-Nisa&#8217;: 34).</p>
<p><strong>2.  Menjaga kehormatan suaminya, kemuliaannya, hartanya, anak-anaknya, dan urusan rumah tangga lainnya</strong></p>
<p>Firman Allah Ta&#8217;ala, &#8220;<em>Maka wanita-wanita yang shalihah ialah wanita-wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)</em>.&#8221; (An-Nisa&#8217;: 34).</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wasallam, &#8220;<em>Seoranq istri adalah pemimpin di rumah suaminya, dan anaknya</em>.&#8221; (Muttafaq Alaih).</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wasallam, &#8220;<em>Maka hak kalian atas istri-istri kalian ialah hendaknya orang-orang yang kalian benci tidak boleh menginjak ranjang-ranjang kalian, dan mereka tidak boleh memberi izin masuk ke rumah kepada orang orang yang tidak kalian sukai</em>.&#8221; (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).</p>
<p><strong>3.  Tetap berada di rumah suami</strong>, dalam arti, tidak keluar kecuali atas izin dan keridhaannya, menahan pandangan dan merendahkan suaranya, menjaga tangannya dari kejahatan, dan menjaga mulutnya dari perkataan kotor yang bisa melukai kedua orang tua suaminya, atau sanak keluarganya, karena dalil-dalil berikut:</p>
<p>Firman Allah Ta‘ala, &#8220;<em>Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu</em>.&#8221; (Al-Ahzab: 33).</p>
<p>&#8220;<em>Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.</em>&#8221; (Al-Ahzab: 32).</p>
<p>&#8220;<em>Allah tidak menyukai ucapan buruk</em>.&#8221; (An-Nisa&#8217;: 148).</p>
<p>&#8220;<em>Katakanlah kepada wanita-wanita beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya</em>&#8216;.&#8221; (An-Nuur: 31).</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wasallam, &#8220;<em>Wanita (istri) terbaik ialah jika engkau melihat kepadanya, ia menyenangkanmu. Jika engkau menyuruhnya, ia taat kepadamu. Jika engkau pergi darinya, ia menjagamu dengan menjaga dirinya dan menjaga hartamu</em>.&#8221; (HR Muslim dan Ahmad).</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wasallam, &#8220;<em>Kalian jangan melarang wanita-wanita hamba-hamba Allah untuk pergi ke masjid-masjid Allah. Jika istri salah seorang dari kalian meminta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid, engkau jangan melarangnya</em>.&#8221; (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, dan At Tirmidzi).</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wasallam, &#8220;<em>Izinkan wanita-wanita pergi ke masjid pada malam hari</em>.&#8221;</p>
<p><strong>Hak-hak Istri atas Suami</strong></p>
<p>Terhadap istrinya, seorang suami harus menjalankan etika-etika berikut ini:</p>
<p><strong>1.  Memperlakukannya dengan baik karena dalil-dalil berikut:</strong></p>
<p>Firman Allah Ta‘ala, &#8220;<em>Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang baik</em>.&#8221; (An-Nisa&#8217;: 19).</p>
<p>Ia memberi istrinya makan jika ia makan, memberinya pakaian jika ia berpakaian, dan mendidiknya jika ia khawatir istrinya membangkang seperti diperintahkan Allah Ta‘ala kepadanya dengan menasihatinya tanpa mencaci-maki atau menjelek-jelekkannya. Jika istri tidak taat kepadanya, ia pisah ranjang dengannya. Jika istri tetap tidak taat, ia berhak memukul dengan pukulan yang tidak melukainya, tidak mengucurkan darah, tidak meninggalkan luka, dan membuat salah satu organ tubuhnya tidak dapat menjalankan tugasnya, karena firman Allah Ta‘ala,</p>
<p>&#8220;<em>Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya (pembangkangannya), maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaati kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka</em>.&#8221; (An-Nisa&#8217;: 34).</p>
<p>Sabda Rasulullah saw. kepada orang yang bertanya kepada beliau tentang hak istri atas dirinya, &#8220;<em>Hendaknya engkau memberinya makan jika engkau makan, engkau memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menjelek-jelekkannya, dan tidak mendiamkannya kecuali di dalam rumah</em>.&#8221; (HR Abu Daud dengan sanad yang baik).</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wasallam, &#8220;<em>Ketahuilah bahwa hak-hak wanita-wanita atas kalian ialah hendaknya kalian berbuat baik kepada mereka dengan memberi mereka makan dan pakaian</em>.&#8221;</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wasallam, &#8220;<em>Laki-laki Mukmin tidak boleh membenci wanita Mukminah. Jika ia membenci sesuatu pada pisiknya, ia menyenangi lainnya</em>&#8221; (HR Muslim dan Ahmad).</p>
<p><strong>2.  Mengajarkan persoalan-persoalan yang urgen dalam agama kepada istri </strong>jika belum mengetahuinya, atau mengizinkannya menghadiri forum-forum ilmiah untuk belajar di dalamnya. Sebab, kebutuhan untuk memperbaiki kualitas agama, dan menyucikan jiwanya itu tidak lebih sedikit dan kebutuhannya terhadap makanan, dan minuman yang wajib diberikan kepadanya. Itu semua berdasarkan dalil-dalil berikut:</p>
<p>Firman Allah Ta‘ala, &#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.</em>&#8221; (At-Tahrim: 6).</p>
<p>Wanita termasuk bagian dan keluarga laki-laki, dan penjagaan dirinya dan api neraka ialah dengan iman, dan amal shalih. Amal shalih harus berdasarkan ilmu, dan pengetahuan sehingga ia bisa mengerjakannya seperti yang diperintahkan syariat.</p>
<p>Sabda Rasulullah saw., &#8220;<em>Ketahuilah, hendaklah kalian memperlakukan wanita-wanita dengan baik, karena mereka adalah ibarat tawanan-tawanan pada kalian.</em>&#8221; (Muttafaq Alaih).</p>
<p>Di antara perlakuan yang baik terhadap istri ialah mengajarkan sesuatu yang bisa memperbaiki kualitas agamanya, menjamin bisa istiqamah (konsisten) dan urusannya menjadi baik.</p>
<p><strong>3.  Mewajibkan istri melaksanakan ajaran-ajaran Islam beserta etika-etikanya</strong>, melarangnya buka aurat dan berhubungan bebas (ikhtilath) dengan laki-laki yang bukan muhrimnya, memberikan perlindungan yang memadai kepadanya dengan tidak mengizinkannya merusak akhlak atau agamanya, dan tidak membuka kesempatan baginya untuk menjadi wanita fasik terhadap perintah Allah Ta‘ala dan Rasul-Nya, atau berbuat dosa, sebab ia adalah penanggung jawab tentang istrinya dan diperintahkan menjaganya, dan mengayominya, berdasarkan firman Allah Ta‘ala, &#8220;<em>Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita</em>.&#8221; (An-Nisa&#8217; 34).</p>
<p>Dan berdasarkan sabda Rasulullah saw., &#8220;<em>Seorang suami adalah pemimpin di rumahnya, dan ia akan diminta pertanggungan jawab tentang kepemimpinannya</em>.&#8221; (Muttafaq Alaih).</p>
<p><strong>4.  Berlaku adil terhadap istrinya dan terhadap istri-istrinya yang lain</strong>, jika ia mempunyai istri lebih dan satu. Ia berbuat adil terhadap mereka dalam makanan, minuman, pakaian, rumah, dan tidur di ranjang. Ia tidak boleh bersikap curang dalam hal-hal tersebut, atau bertindak zhalim, karena ini diharamkan Allah Ta‘ala dalam firman-Nya, &#8220;<em>Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah) seorang saja, atau budak-budak wanita yang kalian miliki</em>.&#8221; (An-Nisa&#8217;: 3).</p>
<p>Rasulullah saw. mewasiatkan perlakuan yang baik terhadap istri-istri dalam sabdanya, &#8220;<em>Orang terbaik dan kalian ialah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku orang terbaik dan kalian terhadap keluarganya</em>.&#8221; (HR Ath-Thabrani dengan sanad yang baik).<br />
<strong><br />
5.  Tidak membuka rahasia istrinya dan tidak membeberkan aibnya</strong>, sebab ia orang yang diberi kepercayaan terhadapnya, dituntut menjaga, dan melindunginya.</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, &#8220;<em>Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah ialah suami yang menggauli istrinya, dan istrinya bergaul dengannya, kemudian ia membeberkan rahasia hubungan suami-istri tersebut</em>.&#8221; (Diriwayatkan Muslim).</p>
<p>[Ditulis untuk bulletin At Tauhid]</p>
<p>http://kangaswad.info/?p=4</p>
<p><em>Sumber : http://forum.dudung.net/index.php/topic,11586.0.html</em>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2009%2Fhak-hak-suami-dan-istri%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2009/hak-hak-suami-dan-istri/" title="perlakuan suami terhadap istri">perlakuan suami terhadap istri</a> (11), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/hak-hak-suami-dan-istri/" title="makalah hak suami terhadap istri">makalah hak suami terhadap istri</a> (5), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/hak-hak-suami-dan-istri/" title="suami istri yang pisah ranjang menurut pandangan islam">suami istri yang pisah ranjang menurut pandangan islam</a> (4), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/hak-hak-suami-dan-istri/" title="sabda nabi tentang istri">sabda nabi tentang istri</a> (4), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/hak-hak-suami-dan-istri/" title="hak suami dalam perspektif islam">hak suami dalam perspektif islam</a> (4)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 8.747 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2009/hak-hak-suami-dan-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

