13Dec2009
Author
Belajar Web Online
Category
Free talk
Tags

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN : KEGIATAN MANAJEMEN

Pada Sistem Informasi Manajemen, kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya di dalam organisasi. Kegiatan manajemen tingkat atas, menengah dan bawah adalah berbeda.
Kegiatan-kegiatan manajemen mempengaruhi pengolahan informasi, karena informasi yang dibutuhkan berbeda untuk masing-masing tingkatan. Kebutuhan informasi yang berbeda ini dapat diketahui dari masing-masing tingkatan dapat dikategorikan sebagai berikut:
1. Perencanaan strategi (strategic planning), merupakan kegiatan manajemen tingkat atas.
2. Pengendalian manajemen (management control), merupakan kegiatan manajemen tingkat menengah.
3. Pengendalian operasi (operational control), merupakan kegiatan manajemen tingkat bawah.

Perencanaan strategis

Perencanaan strategi adalah proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan (goal) organisasi dan penentuan strategi-strategi. Pada dasarnya perencanaan strategi meliputi:

1. Proses evaluasi lingkungan luar organisasi
Lingkungan luar organisasi selalu berubah secara konstan dan perubahan perubahan ini mungkin dapat mengakibatkan perubahan terhadap strategi-strategi. Pengaruh dari lingkungan luar dapat berupa kesempatan-kesempatan pasar, teknologi, tekanan-tekanan politik, sosial, persaingan, inflasi dan lain sebagainya. Lingkungan luar dapat mempengaruhi jalannya organisasi.

2. Penetapan tujuan.
Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan ditetapkan oleh manajemen tingkat atas di dalam proses perencanaan strategi yang bersifat jangka panjang (long-range). Misalnya tujuan perusahaan adalah dalam waktu 5 tahun menjadi penjual yang terbesar di dalam industri dengan menguasai 60% pasar.

3. Penentuan strategi.
Manajemen tingkat atas menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuannya. Inilah yang disebut dengan strategi. Dengan strategi semua kemampuan yang berupa sumber-sumber daya dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat
diraih. Sumber-sumber daya organisasi dapat berupa sumber-sumber daya yang terlihat seperti misalnya material, modal, personil serta sumber-sumber daya kesempatan-kesempatan lingkungan luar organisasi.
Contoh strategi misalnya adalah memasuki pasar baru, mengembangkan produk baru, perubahan metode distribusi, penggunaan komputer untuk pelayanan langganan dan sebagainya. Bila strategi berhasil dilakukan, maka tujuan organisasi yaitu penguasaan 60% pasar akan dapat tercapai. Strategi
ditentukan oleh manajemen tingkat atas dan dilakukan oleh manajemen tingkat menengah dan tingkat bawah.

ORGANISASI SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi Manajemen : Sistem informasi di dalam suatu organisasi berada di dalam suatu departemen tersendiri, departemen sistem informasi atau departemen pengolahan data elektronik (electronic data processing). Departemen ini dapat dipimpin oleh seorang manajer sistem informasi atau oleh controller. Controller merupakan kepala eksekutif akuntansi.

Ada yang menyebut controler dengan sebutan yang lain, yaitu manajer kantor (office manager), bendaharawan (treasurer), asisten bendaharawan (assistant treasurer), sekretaris (secretary), atau manajer perencanaan dan pengendalian (manager of planning and controls), atau direktur keuangan (vice-president
finance).

Departemen PDE dibawah controller

Dalam struktur organisasi ini, controller tidak hanya membawahi departemen akuntansi saja, tetapi juga mempunyai tanggung jawab terhadap departemen sistem informasi atau PDE (Pengolahan Data Elektronik). Pengaturan seperti ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut ini.
1. Perubahan dari sistem manual ke sistem komputer dengan diterapkannya departemen PDE tidak terlalu mengejutkan dan mudah diterima karena bukan merupakan departemen yang terpisah.
2. Peranan dan fungsi pengolahan akuntansi dan pelaporan keuangan terpusat dengan PDE sehingga fungsi dari akuntansi yang bertanggung jawab terhadap pengolahan transaksi serta penyediaan informasi keuangan kepada manajer fungsi yang lainnya dan kepada pihak luar lebih efektif
3. Karena keberhasilan aplikasi komputer didalam kegiatan akuntansi seperti misalnya penggajian, piutang dagang dan pengendalian persediaan merupakan tanggung jawab akuntan sedang akuntan terlibat langsung didalamnya, maka diharapkan pengembangan aplikasi tersebut dapat lebih mengena.

Departemen PDE Dibawah Manajer PDE

Di beberapa organisasi, fungsi sistem informasi atau PDE diorganisasikan secara terpisah dari fungsi akuntansi dan dibawah tanggung jawab manajer tersendiri, yaitu manajer PDE atau manajer sistem informasi.Alasan bahwa departemen sistem informasi (juga disebut dengan departemen PDE) berdiri sendiri tidak dibawah controller adalah karena departemen PDE sebagai service department tidak hanya mengolah data akuntansi saja, tetapi juga mengolah data non-akuntansi.

Jika lokasi departemen PDE dibawah controller, informasi keuangan cenderung mendominasi sistem mi, karena controller akan lebih menekankan pada masalah-masalah keuangan saja, sebagai akibatnya bagian-bagian lainnya dalam organisasi akan tidak puas terhadap ke butuhan-kebutuhan informasinya.

Dengan memisahkan fungsi sistem informasi (PDE) dibawah tanggung jawab manajer sistem informasi, maka serupa aspek yang berhubungan dengan pengolahan, data akan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif, karena pengetahuan manajer PDE sebagai spesialis di bidangnya lebih baik dibandingkan dengan controller.

Departemen PDE.

Untuk organisasi yang kecil, departemen PDE hanya terdiri dan sejumlah kecil personil-personil yang bertanggung jawab hanya untuk mengoperasikan peralatan-peralatan komputer saja. Departemen ini hanya terdiri dari beberapa fungsi analis sistem (system analyst), beberapa pembuat program (programmer) dan beberapa orang yang memasukkan data (data entry operator). Bahkan untuk perusahaan yang lebih kecil lagi, analis sistem dan programmer tidak diperlukan, karena menggunakan program-program yang sudah jadi dalam bentuk paket. Dalam organisasi departemen PDE yang lebih besar, masing-masing fungsi tersebut dapat dilakukan oleh ratusan personil. Bila organisasi PDE telah berkembang sedemikian rupa, maka masing-masing fungsi dalam departemen PDE harus diatur kembali dan dibagi-bagi lagi menjadi beberapa fungsi yang penting.

Berlangganan Artikel Blog ini Langsung ke eMail anda

Enter your email address:


 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN : KEGIATAN MANAJEMEN

Delivered by FeedBurner


Kata kunci dalam artikel ini :

kegiatan manajemen, manajemen kegiatan, peranan sistem informasi manajemen terhadap proses perencanaan, evaluasi sistem informasi manajemen, peranan sim dalam kegiatan manajemen, manajemen tingkat bawah, kegiatan manajemen data, kegiatan sistem informasi, sistem informasi manajemen pada proses perencanaan, peran sistem informasi dalam organisasi, proses pengendalian karena sistem informasi manajemen, contoh strategi seorang manajer, peranan sim terhadap proses perencanaan, manajemen tingkat atas, manajemen dan kegiatan, perencanaan strategis sistem informasi manajemen, sistem pengelolaan kegiatan, peranan sistem informasi manajemen dalam proses perencanaan, sistem informasi menurut aktivitas manajemen, kegiatan mengevaluasi informasi pengendalian manajemen, aktivitas dalam perencanaan system, manajer dalam kegiatan manajemen, penjelasan sistem pengolahan data terdistribusi pada sistem dibawah satu manajemen, peranan sistem informasi manajemen pada perencanaan, menejemen kegiatan, aktifitas perusahaan yang menggunakan sistem informasi, proses perencanaan dalam sim, sistem informasi menutur aktivitas menagemen, makalah peranan SIM terhadap proses pengendalian, Peranan SIM terhadap Pengendalian

Related posts:

  1. Pengantar rekayasa perangkat lunak
  2. Sistem Terdistribusi : Sistem Keamanan Pada CORBA
  3. Pengantar Analisis dan Perancangan Sistem
  4. Situs Informasi One Piece terlengkap
  5. Pengenalan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Discussion

No responses to "SISTEM INFORMASI MANAJEMEN : KEGIATAN MANAJEMEN"

There are no comments yet, add one below.

Leave a Comment

Anti-Spam Protection by WP-SpamFree