<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Note Wildan Eltika &#187; Wirausaha</title>
	<atom:link href="http://wildan.eltika.net/channel/bisnis-wirausaha/wirausaha-bisnis-wirausaha/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wildan.eltika.net</link>
	<description>Blog Bisnis, Wirausaha, Belajar Web dan Internet</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Apr 2011 01:49:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Al Quran mengajak berbisnis dan bekerja keras</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/al-quran-mengajak-berbisnis-dan-bekerja-keras/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/al-quran-mengajak-berbisnis-dan-bekerja-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 00:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini tulisan yang menurut saya menarik dan layak untuk dikaji. ditulis oleh Syamsul Balda, dan saya ambil dari eramuslim.com. Tulisan ini terdiri dari 2 bagian dan saya ambil bagian yang kedua. Frekuensi Penyebutan Kerja dalam Al-Qur&#8217;an Al-Qur&#8217;an menyebutkan tentang kerja, dalam satu konteks dengan yang lainnya, dengan frekuensi yang sedemikian banyak. Bahkan hampir di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berikut ini tulisan yang menurut saya menarik dan layak untuk dikaji. ditulis oleh Syamsul Balda, dan saya ambil dari eramuslim.com. Tulisan ini terdiri dari 2 bagian dan saya ambil bagian yang kedua.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Frekuensi Penyebutan Kerja dalam </strong><strong>Al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an menyebutkan tentang kerja, dalam satu konteks dengan yang lainnya, dengan frekuensi yang sedemikian banyak. Bahkan hampir di setiap halaman Al-Qur&#8217;an ada yang mereferens pada kerja itu. Sebagai bukti adalah kita mendapatkan sebanyak 360 ayat yang membicarakan tentang <strong><em>amal</em></strong> dan 109 yang membicarakan tentang <strong><em>fi&#8217;il</em></strong> (dua kata itu sama-sama bermakna kerja dan aksi). [14] Selain dua kata itu, amal dan fi&#8217;il, beberapa terma lain yang di¬ambil dari akar kata yang juga menekankan pada aksi dan kerja kita dapatkan secara ekstensif, seperti akar kata (kasaba), (baghiya), (sa&#8217;aa) dan juga (jahada). Frekuensi penyebutan tentang kerja yang demikian banyak ini menunjukkan betapa pentingnya segala bentuk kerja kreatif dan aktivitas yang produktif di dalam Al-Qur&#8217;an.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Al Qur’an Mencela Pemalas dan Pengangguran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an sangat menentang tindakan malas dan menyia-nyiakan waktu, baik berpangku tangan, tinggal diam atau melakukan hal-hal yang tidak produktif. Al-Qur&#8217;an selalu menyeru manusia untuk mempergunakan waktu sebaik mungkin dengan cara menginvestasikannya dalam hal-hal yang akan menguntungkan dan selalu mempergunakannya dalam tindakan-tindakan positif dan kerja produktif. Orang yang tidak mempergunakan waktunya secara baik akan dicela dan dimasukkan pada golongan orang-orang yang sangat merugi. [15]</p>
<p style="text-align: justify;">Islam selalu menyerukan pada setiap orang untuk selalu bekerja dan ber¬juang, serta melarang segala bentuk kemalasan dan pengangguran. [16]</p>
<p style="text-align: justify;">Muslim yang aktif bekerja diberikan sebuah posisi yang demikian penting, bahkan dispensasi dalam ibadah tertentu telah diberikan untuk memberikan kesempatan ia bekerja dengan baik. Ada sebuah pernyataan di dalam Al-Qur&#8217;an yang dengan tegas menyatakan dihapusnya sebuah kewajiban shalat tahajjud dalam rangka memberikan kesempatan pada umat Islam untuk melakukan kegiatan bisnisnya di siang hari dalam kondisinya yang segar bugar. [17] Al-Qur&#8217;an lebih lanjut menyebutkan bahwasanya siang hari itu adalah waktu dan sarana untuk mencari penghidupan. [18]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kerja sebagai Satu-satunya Penentu Status Manusia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pandangan Abdul Hadi, kerja manusia adalah sumber nilai yang rill. Jika seseorang tidak bekerja maka dia tidak akan berguna dan tidak memiliki nilai, adalah sebuah ungkapan yang telah diproklamirkan Islam sejak lebih dari satu milenium yang lalu sebelum para ahli ekonomi klasik mene¬mukan fakta-fakta yang ada. [19] Dalam pandangan Al-Qur&#8217;an, kerja (amal) adalah yang menentukan posisi dan status seseorang dalam kehidupan. Sebagaimana hal tersebut diungkap di dalam ayat-ayat berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan tiap-tiap orang memperoleh derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.&#8221;</em> (Al-An&#8217; aam : 132).</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Dan setiap mereka mendapat derajat menurut apa yang telah mere¬ka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pe¬kerjaan pekerjaan mereka sedang mereka tidak dirugikan.&#8221;</em> (Al¬Ahqaaf : 19).</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kata lain, kerja adalah satu-satunya kriteria, disamping Iman, dimana manusia bisa dinilai untuk mendapatkan pahala, penghargaan dan ganjaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an penuh dan sering serta berkali-kali mendesak manusia untuk bekerja. Semua insentif yang ada diperuntukkan untuk manusia agar dia ter¬libat dalam semua aktivitas yang produktif. [20]</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an mendesak untuk kerja keras dan menjanjikan pertolongan Allah dan petunjuk-Nya bagi mereka yang berjuang dan bekerja dengan baik. [21] Dalam banyak ayatnya, Al-Qur&#8217;an menjanjikan pahala yang berlimpah bagi seorang yang bekerja dengan memberikan pada mereka insentif (<em>reward</em>) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerjanya. [22]</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an juga menyerukan pada semua orang yang memiliki kemampuan fisik untuk bekerja dalam usaha mencari sarana hidup untuk dirinya sendiri. Tak seorang pun dalam situasi normal, dibolehkan untuk meminta-minta atau menjadi beban kerabat, sahabat dan negara sekalipun. Al-Qur&#8217;an sangat menghargai mereka yang berjuang untuk mencapai dan memperoleh karunia Allah. Apa yang disebut karunia ini adalah meliputi segala macam sarana kehidupan. [23] Rasulullah mengajarkan pada umatnya agar setiap keluar dari mesjid hendaknya membaca: <em>“Ya Allah! Saya mohon karunia-Mu.”</em> Doa ini adalah sebagai peringatan dan sekaligus sebagai dorongan bagi umat Islam untuk selalu mencari dan berjuang mendapatkan sarana hidup. [24] Etika Islam, menurut Al-Faruqi, dengan jelas menentang segala bentuk minta-minta, menentang tindakan cara hidup parasit yang memakan keringat orang lain. Sunnah Rasulullah memaparkan pada kita bahwasanya bekerja giat sangatlah dihargai, sedangkan pengangguran sangatlah dikutuk. [25]</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw menyatakan bahwasanya orang yang mencari nafkah hidupnya untuk dirinya sendiri dan untuk saudaranya yang terus beribadah sepanjang waktu, lebih baik daripada saudaranya yang hanya beribadah dan tidak bekerja tersebut. [26] Memang ada pernyataan dari Allah bahwasanya para pengemis dan orang-orang yang miskin memiliki bagian dari harta orang-orang yang kaya. Allah menyatakan itu jika benar-benar mereka adalah orang yang berhak untuk mendapatkan bagian itu. [27] Namun itu bukan berarti bahwasanya mereka itu mendapat lisensi selamanya untuk tetap berpangku tangan dan menjadi tanggungan masyarakat secara permanen. &#8220;Cobalah ingat sebuah peristiwa yang terjadi pada seseorang bersama Rasulullah,&#8221; tulis Malik bin Nabi, tatkala Rasulullah memberi nasehat pada seorang sahabatnya, dimana dia datang pada Rasululah meminta haknya. Rasulullah menyuruh dia pergi untuk mengambil kayu lalu menjualnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Rasulullah ingin mengajarkan pada orang itu bahwa mencari rizki untuk menutupi hajat hidupnya melalui kerja keras lewat tangannya sendiri jauh lebih baik daripada menyandarkan pada &#8220;hak&#8221;nya tersebut. [28]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penghormatan Islam Terhadap Kerja dan Pekerja</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Islam,&#8221; tulis Abdal&#8217;ati, &#8220;menghormati segala bentuk pekerjaan untuk menghasilkan sarana hidup, sepanjang tidak ada ketidaksenonohan dan tindakan yang salah dan merugikan.” Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Seseorang yang mengambil seutas tali, lalu memotong ranting pohon dan mengikatnya dengan tali itu, lalu menjualnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menyedekahkannya adalah lebih baik daripada meminta-minta pada orang lain. Baik orang yang dia minta itu memberi ataupun menolak.&#8221;</em> (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah menyebutkan bahwa perilaku menggantungkan diri pada orang lain adalah &#8220;dosa (<em>religous sin</em>), cacat sosial (<em>social stigma</em>) dan tindakan yang sangat memalukan.”  [29]</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu kiranya dicatat di sini bahwasanya kerja yang diwajibkan dan dianjurkan Islam adalah kerja yang berkualitas (amal saleh), yang baik dan produktif serta membawa manfaat. Bukannya sembarang kerja. Maka, setiap ajakan kerja dalam A-Qur&#8217;an akan selalu dibarengi dengan sifat yang saleh dan baik. [30] Yang juga pantas untuk menjadi catatan adalah bahwasanya semua pekerjaan, yang baik maupun yang buruk pastilah dimintai pertanggungjawabannya. Setiap orang akan memetik apa yang dia tanam. Sebagaimana firman Allah,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>”Pada hari itu semua orang keluar dari kuburnya dalan keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat atom pun, niscaya dia akan mendapat (balasan)nya. Dan barang siapa yang inengerjakan kejahatan seberat atom pun, niscaya ia akan mendapat (balasan)nya.”</em> (Az-Zalzalah : 6 -8). [31]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Al-Qur’an dan Bisnis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bukti bahwa bisnis begitu penting tidak hanya ada dalam pernyataan, namun ia juga ada dalam sikap dan konsiderasi khusus yang disetujui Al-Qur&#8217;an.</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an menggunakan terminologi bisnis sedemikian ekstensif. Terma komersial ini, memiliki dua puluh macam terminologi, yang diulang sebanyak 370 kali di dalam Al-Qur&#8217;an. Terma-terma yang sedemikian banyak itu merupakan terma bisnis yang penelitiannya dilakukan C. C Torrey saat dia menulis disertasinya yang berjudul: <em>The Commercial-Theological Terms in the Koran</em>. Torrey menyatakan bahwasanya sebagian dari teologi Qur&#8217;an mengandung terma-terma bisnis. [33] Menurut Torrey, penggunaan terma bisnis yang sedemikian banyak itu menunjukkan sebuah manifestasi adanya sebuah spirit yang bersifat komersial dalam Al-Qur&#8217;an.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahwa Al-Qur&#8217;an memerintahkan bisnis dalam terma yang sangat eks¬plisit adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan. Lebih jauh kita mendapatkan banyak instruksi di dalam Al-Qur&#8217;an, dalam bentuknya yang sangat detail, tentang praktek bisnis yang dibolehkan dan yang tidak diperbolehkan. Para pakar yang meneliti tentang hal-hal yang ada dalam Al-Qur&#8217;an sama-sama mengakui bahwa praktek perundang-undangan Al-Qur&#8217;an selalu berhubungan dengan transaksi. [34] Dengan ungkapan lain, ijin yang diberikan dengan berdasarkan pada perundang-undangan, merupakan salah satu bukti dan pertanda betapa aktivitas bisnis itu sangat penting menurut Al-Qur&#8217;an.</p>
<p style="text-align: justify;">Haji ke tanah suci adalah satu pilar dan rukun Islam. la merupakan lam¬bang sebuah pengalaman religius dalam kehidupan seorang Muslim, karena ia menggabungkan dimensi ibadah manusia pada Allah secara fisik, spiritual dan materi. Namun demikian A1-Qur&#8217;an masih memberikan ijin berbisnis pada saat Haji itu [35] di sela-sela padatnya ritual ibadah tersebut. Artinya, sekali lagi, Al-Qur&#8217;an memandang bahwa aktivitas bisnis adalah sebuah aktivitas yang demikian penting.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ajakan  Berbisnis dalam Al-Qur’an</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Al¬Qur&#8217;an penuh dengan ayat-ayat yang memotivasi manusia untuk melakukan aktivitas bisnis. Bisnis terutama perdagangan, menurut Al-Qur&#8217;an, adalah pekerjaan yang menguntungkan dan menyenangkan. Al-Qur&#8217;an kerap kali mengungkapkan bahwa perdagangan adalah sebuah pekerjaan yang paling menarik. [36] Al-Qur&#8217;an, tulis Torrey, dengan jelas menggambarkan perhatiannya yang besar dalam masalah perdagangan. [37] Kitab suci ini dengan lugas mendorong para pedagang untuk melakukan sebuah perjalanan yang jauh dan melakukan bisnis dengan para penduduk di negeri asing. Pekerjaan yang banyak menguntungkan ini dianggap sebagai sebuah karunia yang Allah berikan kepada orang-orang Quraisy. [38]</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an juga menekankan akan pentingnya alat-alat transportasi dan sarana pendukungnya (infrastruktur) yang akan memperlancar sebuah perjalanan bisnis. [39] Kapal disebut berulang-ulang di dalam Al-Qur&#8217;an dan dinyatakan sebagai karunia pada manusia, [40] dimana mereka diperintahkan untuk mempergunakannya dalam rangka mencari karunia Allah. [41]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Larangan Berbisnis dengan Tidak Jujur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an sangat menghargai aktivitas bisnis yang jujur dan adil. Al-Qur&#8217;an berulang-ulang mencela dan melarang dengan keras segala bentuk praktek ketidakadilan dalam berbisnis. Tindakan yang tidak fair jauh lebih dikutuk daripada bentuk dosa-dosa yang lain. [42] Hal ini tentu menunjukkan betapa pentingnya sikap fair, jujur dan adil dalam aktivitas bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Disamping penghormatannya terhadap aktifitas bisnis yang fair, Al-Qur&#8217;an juga mengingatkan tentang makna kejujuran dan keadilan dalam perdagangan. Al-Qur&#8217;an sangat menghargai aktivitas bisnis dengan selalu menekankan kejujuran dalam hal <em>bargaining</em>.  [43]</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak ayat di dalam Al-Qur&#8217;an yang menunjukkan sifat adil dan fair dinisbatkan pada Allah. Penisbatan sifat itu menunjukkan secara sempurna betapa pentingnya nilai keadilan dan kejujuran dalam Islam. Dimana Allah pun dalam memperlakukan hamba-Nya berdasarkan asas keadilan dan kejujuran tersebut. [44]</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Wallahu a’lam bish-shawwab</em>.</p>
<p><em>Oleh</em> <strong>Syamsul Balda (Wakil Ketua Umum SYABAKAH)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<p style="text-align: justify;">http://eramuslim.com/syariah/tsaqofah-islam/syamsul-balda-wakil-ketua-umum-syabakah-al-qur-an-mengajak-berbisnis-1.htm</p>
<p style="text-align: justify;">http://eramuslim.com/syariah/tsaqofah-islam/syamsul-balda-wakil-ketua-umum-syabakah-al-qur-an-mengajak-berbisnis-2.htm</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Fal-quran-mengajak-berbisnis-dan-bekerja-keras%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/al-quran-mengajak-berbisnis-dan-bekerja-keras/" title="ayat alquran tentang kerja keras">ayat alquran tentang kerja keras</a> (44), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/al-quran-mengajak-berbisnis-dan-bekerja-keras/" title="ayat alquran tentang bisnis">ayat alquran tentang bisnis</a> (20), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/al-quran-mengajak-berbisnis-dan-bekerja-keras/" title="bekerja menurut al quran">bekerja menurut al quran</a> (19), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/al-quran-mengajak-berbisnis-dan-bekerja-keras/" title="ayat alquran tentang bekerja">ayat alquran tentang bekerja</a> (19), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/al-quran-mengajak-berbisnis-dan-bekerja-keras/" title="ayat alquran tentang bekerja keras">ayat alquran tentang bekerja keras</a> (17)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.368 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/al-quran-mengajak-berbisnis-dan-bekerja-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis Kain yang digunakan untuk pakaian dan kaos</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/jenis-kain-yang-digunakan-untuk-pakaian-dan-kaos/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/jenis-kain-yang-digunakan-untuk-pakaian-dan-kaos/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 06:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Clothing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pembuatan pakaian ataupun kaos, terdapat bermacam-macam jenis bahan kain yang di gunakan, berikut ini macam-macam jenis kain untuk bahan pakaian, atau kaos distro. Kain Katun Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE.Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam pembuatan pakaian ataupun kaos, terdapat bermacam-macam jenis bahan kain yang di gunakan, berikut ini macam-macam jenis kain untuk bahan pakaian, atau kaos distro.<span id="more-589"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kain Katun</strong><br />
Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE.Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu.</p>
<p style="text-align: justify;">Keunggulan:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Tidak kisut apabila dicuci<br />
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna<br />
3. Mudah disablon<br />
4. Menyerap keringat.<br />
5. Tidak berbulu</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Katun Kombed (Combed Cotton)</strong><br />
Adalah jenis kain katun yang diproduksi dengan finishing disisir (combed) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkansehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu. Kain katunkombed tersedia dalam dua ukuran yaitu 20s dan 30s.<br />
Kain jenis ini biasa digunakan untuk bahan kaos distro-distro bandung.<br />
Katun Kombed 20s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 20s.<br />
Katun Kombed 30s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 30s.<br />
Kain katun kombed 20s lebih tebal daripada 30s. Sehingga kain katun 30s lebih lemes daripada kain katun 20s.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Katun Karded</strong><br />
Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapatserat-serat kapas halus yang tersisa. Tetapi meskipun begitu kain katunkarded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kain katun karded hanya terdapat ukuran 20s.<br />
Perbedaan antara kain katun kombed dan karded yang ada di pasaran adalah kain katun kombed lebih tebal daripada kain katun karded.<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kain Lacoste</strong><br />
Kain Lacoste adalah jenis bahan yang biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kain Pique</strong><br />
Sama seperti kain Lacoste/adidas, kain Pike juga biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki. Sama seperti pada kain lacoste/adidas untuk membuat kaos kerah tersebut biasanya digunakan kerah jadi.<br />
Kerah jadi adalah bahan kerah yang sudah jadi diproduksi oleh pabrik dan tinggal jahit.<br />
Kerah bikin adalah kerah yang dibuat sendiri oleh tukang jahit denganmenggunakan bahan yang sama dengan bahan kaos (katun kombed dan karded)dengan menambahkan kain keras di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Kain PE</strong><br />
Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun.Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE jugatersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike.<br />
Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampirmirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudahmembedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya sepertiplastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.<br />
Keunggulan:<br />
Murah</p>
<p style="text-align: justify;">Kelemahan:<br />
Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur.<br />
Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Light weight wools</strong><br />
Di kepala Anda, kain wol mungkin langsung identik dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Akrilit</strong><br />
Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cashmere</strong><br />
Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sheer</strong><br />
Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jersey</strong><br />
Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Denim</strong><br />
Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan belel.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Linen</strong><br />
Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lycra</strong><br />
Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Leather &amp; Suede</strong><br />
Pasti keduanya sudah sangat familiar di telinga Anda, bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya.<br />
Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. Mengkilap malahan berkesan murahan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Paragon</strong><br />
Jenis kain yang halus seperti kapas.Umumnya digunakan bahan pembuatan Baju Basket. Kualitas IBL Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>D’Tree</strong><br />
Kain berpori penyerap keringat. Biasanya digunakan untuk bahan baju basket juga.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baby Tray</strong><br />
Jenis kain yang bersifat tebal dan halus serta tidak berbulu. Bagian dalamnya lembut seperti selimut. Biasa digunakan untuk bahan Jumper/Sweeter.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aston</strong><br />
Bahan agak licin dan biasanya digunakan dalam pembuatan jas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kanvas</strong><br />
Bahan yang tebal dan kasar. Cocok untuk anak muda. Bahan pembuatan jaket. Jaket dengan bahan ini sangat tahan.</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Fjenis-kain-yang-digunakan-untuk-pakaian-dan-kaos%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/jenis-kain-yang-digunakan-untuk-pakaian-dan-kaos/" title="jenis kain">jenis kain</a> (383), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/jenis-kain-yang-digunakan-untuk-pakaian-dan-kaos/" title="jenis kain kaos">jenis kain kaos</a> (243), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/jenis-kain-yang-digunakan-untuk-pakaian-dan-kaos/" title="jenis-jenis kain">jenis-jenis kain</a> (156), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/jenis-kain-yang-digunakan-untuk-pakaian-dan-kaos/" title="jenis jenis kain">jenis jenis kain</a> (93), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/jenis-kain-yang-digunakan-untuk-pakaian-dan-kaos/" title="kain kaos">kain kaos</a> (87)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.135 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/jenis-kain-yang-digunakan-untuk-pakaian-dan-kaos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untung berlipat dari jualan online</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/untung-berlipat-dari-jualan-online/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/untung-berlipat-dari-jualan-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 15:22:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Luar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Ambil Manfaat dari Kegagalan Kegagalan demi kegagalan pernah dilalui Mukhlishin dan keluarga. Setelah tokonya terbakar, usaha MLM dan warnet juga kandas, tapi ia terus berusaha untuk bangkit. Dari musibah yang menimpa tokonya, ia berpikir untuk menjadikan utang-utangnya kepada supplier sebagai motivasi untuk terus berusaha dan menghasilkan keuntungan yang banyak. Dari usaha MLM, ia bersyukur karena ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ambil Manfaat dari Kegagalan Kegagalan demi kegagalan pernah dilalui Mukhlishin dan keluarga. Setelah tokonya terbakar, usaha MLM dan warnet juga kandas, tapi ia terus berusaha untuk bangkit. Dari musibah yang menimpa tokonya, ia berpikir untuk menjadikan utang-utangnya kepada supplier sebagai motivasi untuk terus berusaha dan menghasilkan keuntungan yang banyak. Dari usaha MLM, ia bersyukur karena dapat menghadiri berbagai seminar motivasi dan wira usaha yang membuatnya bertahan hingga sekarang. Sementara dari usaha warnet, ia dapat mengenal bisnis online. Tak ada yang sia-sia.<span id="more-528"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pertengahan tahun 2008, Mukhlishin membuat situs griyaraihan.com. Namun, ia terhenyak ketika menyadari bahwa bisnis online tak semudah yang dibayangkannya. Dalam bisnis online, dibutuhkan pelayanan yang cepat dan juga stok barang yang lumayan besar. Ia sempat terseok-seok menjalankan bisnis tersebut hingga muncul ide dengan membuka TanahAbang.asia dan menyewa ruko di Tanah Abang pada pertengahan 2009. Strategi mendekat ke supplier ternyata lumayan ampuh, hingga enam bulan berjalan, omsetnya lumayan fantastis.</p>
<p style="text-align: justify;">Mukhlishin yang berlatar pendidikan pesantren dan sempat berkuliah di LIPIA selama tiga tahun ini rupanya banyak belajar dari para pengusaha Cina. Ia mengakui, tidak ada salahnya belajar dari para pengusaha Cina yang sudah sukses di industri fashion, sambil mencari celah agar pengusaha muslim dapat pula berkompetisi dengan mereka. Meski omset pakaian muslim turun naik sesuai musim, ia percaya usaha yang dirintisnya dapat sukses. Oleh karena itu, ia menyempatkan diri untuk fokus di SEO (search engine optimization) agar lebih banyak orang lagi yang mengenal TanahAbang.asia miliknya. Dengan bisnis online ini, Mukhlishin tidak perlu menyewa kios yang mahal di Tanah Abang. Ia mengistilahkan kios yang ditempatinya di Blok F Tanah Abang sebagai &#8216;tempat jin buang anak&#8217; karena terlihat sepi dan tidak banyak kios yang dibuka. Bagi Mukhlishin, kondisi tersebut tidak masalah karena kiosnya digunakan sebagai gudang sementara bisnisnya tetap berjalan lewat online. Yang terpenting baginya adalah pelayanan yang cepat dan stok barang yang memadai. Dengan tiga karyawannya, Mukhlishin terus berusaha memenuhi permintaan pelanggan. Hingga saat ini, TanahAbang.asia menyediakan 700 item barang dari jilbab hingga kaos kaki dan setiap harinya terdapat 8-12 produk baru. Dalam waktu dekat, ia akan pindah ke ruko yang dapat menampung stok barang dagangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rahasia Sukses</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika ditanya rahasia sukses, Mukhlishin hanya tersenyum dan merasa belum mencapai kesuksesan. Namun demikian, dalam usahanya selama ini, ia terus mengamalkan hadits Rasulullah saw yaitu dengan banyak bersedekah dan memohon doa orang tua. Seperti yang dilakukannya saat ini, ia menargetkan untuk membebaskan tanah wakaf yang dicicilnya dengan harga Rp6 jutaan per bulan. Dari situ, ia termotivasi untuk terus meningkatkan omset dan menggenjot usahanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mau tahu bagaimana cara merintis usaha online a la Mukhlishin? Beginilah caranya. Misalnya, A punya teman 4 orang, ingin membuka bisnis online busana muslim. Busana muslim juga banyak variannya, ada jilbab, rok, baju hamil, mukena, dan sebagainya. Tiap orang siapkan modal Rp20 juta dan tentukan fokus usahanya, misalnya jualan baju hamil. Kemudian, sewa kios di Tanah Abang agar dekat dengan supplier. Karena bersama-sama, jadi modal untuk stok barang dapat diminimalisasi. Dengan modal per orang Rp20 jutaan, sudah dapat menyediakan stok di atas Rp50 juta. Untuk sewa kios, tiap orang urunan Rp2 juta (dengan asumsi harga kios di tempat sepi Rp10 juta/tahun). Lalu, tiap orang membuat website sendiri-sendiri dengan perkiraan masing-masing sudah memiliki laptop. Bagaimana menyiasati stok barang? A misalnya cuma stok rok, B cuma stok jilbab. Untuk membedakan bahwa setiap rok itu punya A, setiap jilbab itu punya B, setiap produk itu tadi bisa diupload di setiap website. Kalau produknya laku di website yang lain, keuntungan tinggal dibagi dua. Setelah berjalan sekitar setahun, tiap-tiap orang akan dapat berjalan sendiri-sendiri karena sudah mempunyai brand masing-masing. Pangsa pasar pun tidak hanya dalam negeri, tapi bisa merambah ke luar negeri, omset Rp1 milyar pun bukan sekadar impian. Hmm, bagaimana? Tertarik untuk mencoba terjun ke bisnis online?? (Ind)</p>
<p>Sumber : http://eramuslim.com/berita/info-bisnis/jualan-ngumpet-untung-berlipat.htm
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Funtung-berlipat-dari-jualan-online%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/untung-berlipat-dari-jualan-online/" title="sukses jualan online">sukses jualan online</a> (72), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/untung-berlipat-dari-jualan-online/" title="jualan online">jualan online</a> (10), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/untung-berlipat-dari-jualan-online/" title="blog jualan online">blog jualan online</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/untung-berlipat-dari-jualan-online/" title="keuntungan jualan online">keuntungan jualan online</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/untung-berlipat-dari-jualan-online/" title="cara jualan online di facebook">cara jualan online di facebook</a> (5)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.024 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/untung-berlipat-dari-jualan-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gratis!! cara pemasaran masa kini</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2009/gratis-cara-pemasaran-masa-kini/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2009/gratis-cara-pemasaran-masa-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 01:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Luar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[“Cara jualan kamu kuno !” Demikian kata seorang pengusaha senior kepada saya ketika kami sedang berbuka puasa bersama, bulan Ramadan lalu. Saya tergagap. Wah, baru kali ini ada yang mengatakan demikian tentang model bisnis saya. Tapi berhubung beliau jauh … jauh … jauh … lebih berpengalaman dibanding saya, dengan usaha yang skala nya ratusan kali ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Cara jualan kamu kuno !” Demikian kata seorang pengusaha senior kepada saya ketika kami sedang berbuka puasa bersama, bulan Ramadan lalu. Saya tergagap. Wah, baru kali ini ada yang mengatakan demikian tentang model bisnis saya. Tapi berhubung beliau jauh … jauh … jauh … lebih berpengalaman dibanding saya, dengan usaha yang skala nya ratusan kali lipat usaha saya, saya tidak punya pilihan lain selain mendengar kritikan beliau. Saya menahan nafas menunggu kalimat beliau berikutnya.<span id="more-284"></span></p>
<p>Beliau menambahkan, “Kalau kamu bisnis IT, nyuruh pelanggan beli produk, itu bisnis jaman dulu”. Saya mulai paham. Karena beberapa pelanggan saya ada yang memang menggunakan pola pembayaran bulanan atau sewa. Tidak mau kalah saya langsung berkomentar: “Kalau sewa atau bayar biaya bulanan bagaimana Pak?” Beliau menjawab: “Itu lebih baik. Tapi itu sekarang juga sudah kuno!” Nah ini bikin saya kaget lagi. “Yang gak kuno gimana dong Pak?”, saya makin penasaran. “Yang gak kuno itu kalau pelanggan gak usah bayar !.” Nyaris saya lompat dari kursi. Gratis? Musti bayar gaji karyawan dari mana? Beliau hanya tertawa-tawa, membuat saya makin penasaran.</p>
<p>Seolah “Law of Attraction” bekerja keras untuk saya. Dua minggu kemudian tanpa sengaja saya nemu buku baru karya salah satu penulis favorit saya Chris Anderson, judulnya: “Free: The future of radical price”. Ya, pengusaha senior tadi ternyata benar! Masa depan ternyata ada pada harga nol, alias gratis. Pelanggan gak usah bayar.</p>
<p>Semua Serba Gratis<br />
Tidak dapat disangkal, virus gratis memang sudah menjalar kemana-mana. Kita sekarang bisa dengan mudah mengakses internet di mall-mall melalui infrastruktur hot-spot gratis. Saya menggunakan laptop dengan OS Linux Ubuntu yang dibagi-bagikan gratis oleh Canonical, mengetik dengan word-processor OpenOffice yang disediakan gratis oleh Sun Microsystem, menggunakan browser Firefox yang gratis, menggunakan layanan email gratis dari Google, chatting gratis melalui Yahoo Messenger dan mengakses jaringan seperti Facebook secara gratis. Malah kalau online nya di bandara, kopi yang menemani saya online pun gratis, komplimen dari lounge yang disponsori penerbit kartu kredit yg saya pakai. Chris Anderson malah mengetik seluruh isi buku nya melalui aplikasi Google Docs, word processing gratis yang disediakan online oleh Google.</p>
<p>Tunggu … kenapa yang gratis hanya layanan-layanan yang terkait dengan internet? Oh tidak. Diluar itu Anda juga dengan mudah menemukan produk atau layanan gratis atau sangat murah. Memang tidak semua sudah tersedia di Negara kita. Beberapa tahun lalu, kalau ingin pasang antenna parabola di rumah, kita harus membayar cukup mahal. Sekarang antenna parabola “dipinjamkan” oleh provider layanan siaran TV melalui satelit. Modem bisa kita peroleh gratis jika kita berlangganan broadband. Hampir semua penerbit kartu kredit sudah menggratiskan iuran tahunan-nya. Low cost airlines telah merevolusi dan mempelopori penjualan tiket pesawat terbang sangat murah atau bahkan gratis. Di Negara-negara maju, daftar produk gratis ini semakin banyak. Anda dapat memiliki handphone dengan gratis, tentu dengan kontrak berlangganan tertentu. Memiliki laptop gratis, dengan berlangganan akses broadband. Singkat kata semua ada versi gratis nya, bahkan mobil gratis pun ada. Kalau majalah gratis sudah sangat biasa, Di Tokyo, malah ada toko yang menyediakan 5 item gratis untuk setiap pengunjungnya, mulai dari lilin, mie instan, sampai krim wajah.</p>
<p>Makan Siang Gratis Memang (Pernah) Ada<br />
Anda tentu pernah mendengar ungkapan “tidak ada makan siang gratis”. Ungkapan ini sebenarnya berasal dari jaman Cowboy di Amerika Serikat. Pada waktu itu banyak Saloon, tempat nongkrong orang Amerika jaman dulu, yang menyediakan makan siang gratis untuk menarik pengunjung. Makan siang nya memang benar-benar gratis. Tapi pengunjung harus bayar mahal untuk yang lain-lain, seperti minuman, permainan kasino, sewa kamar, dsb.<br />
Bagi-bagi produk gratis juga awalnya dilakukan oleh King Gillette, pencipta silet cukur pertama di dunia. Jaman dahulu pria bercukur dengan pisau cukur lipat yang tidak praktis, harus sering di asah, dsb. Ide menggunakan pisau cukur super tipis yang tidak perlu diasah, tapi dibuang jika sudah tumpul, adalah ide baru yang awalnya sulit dipahami. Gillette pun membagikan secara gratis sebagai marketing gimmick produk lain, dengan harapan pengguna baru yang menyukai ide ini selanjutnya akan membeli. Misalnya bekerjasama dengan bank, pisau baru Gillette dijadikan bonus bagi pembuka rekening tabungan. Dan Gillette benar, lambat laun pisau cukur Gillette dikenal dan kemudian mendunia hingga hari ini.</p>
<p>Jell-O, dessert paling popular di Amerika juga awalnya sulit untuk dijual. Peter Cooper, penemu makanan dari gelatin ini kesulitan memperkenalkan produk baru nya. Baru setelah produk ini dipasarkan oleh genius pemasaran dan orator Francis Woodward, Jell-O menemukan tempatnya di pasar. Woodward bukan membagikan produk ini secara gratis. Namun mencetak dan membagikan buku resep gratis untuk memberi ide kepada calon pelanggan, bahwa Jell-O sangat praktis dan dapat disajikan dengan berbagai variasi. Woodward yang membeli lisensi Jell-O hanya seharga $450 sukses besar.</p>
<p>Dari Kelangkaan Menuju Keberlimpahan<br />
Model gratis a la Saloon, Gillette dan Jell-O adalah model-model gratis abad lalu, yang hingga sekarang masih sering digunakan. Namun, abad 21 telah menciptakan model bisnis gratis baru. Model bisnis yang digerakkan oleh kemudahan dan teknologi.</p>
<p>Plastik pada awalnya dirancang sebagai produk eksklusif. Riset dan produksinya memerlukan biaya mahal. Plastik juga lebih kuat dan tahan lama disbanding kayu. Jadi sudah selayaknya produk dari plastic dijual mahal. Namun, kita lihat hari ini, plastic demikian berlimpah ada dimana-mana. Plastik pada akhirnya menjadi komoditas yang berlimpah dan murah.</p>
<p>Barang elektronik modern tumbuh pesat setelah transistor ditemukan. Pada awalnya transistor adalah barang langka yang mahal. Tahun 1961 harga 1 buah transistor adalah $ 10. Kurang dari 10 tahun harga nya sudah tinggal $1 sen. Dan hari ini, sebuah microchip yang setara dengan 2 milyar transistor hanya dijual $ 300, atau 0.000015 sen per transistor. Hal yang sama terjadi juga untuk kapasitas penyimpanan disk dan juga bandwidth, yang semakin lama semakin murah. Inilah yang kemudian memicu revolusi digital yang merubah cara pandang pengusaha dalam mencari revenue.</p>
<p>Ketika sebuah produk telah menjadi komoditi yang “terlalu murah untuk dihargai”, maka kita tidak lagi bisa mengandalkan harga produk sebagai sumber revenue kita. Harga sangat terkait dengan kelangkaan, sementara yang kita hadapi adalah keberlimpahan.</p>
<p>Gratis? Dari Mana Uangnya?<br />
Menjalankan usaha memang tetap harus berorientasi pada profit, yang sumber nya adalah revenue dikurangi cost. Model bisnis gratis pada dasarnya melakukan kreatifitas pada sumber revenue, bukan menghilangkan revenue. Jika semula revenue semata dari harga jual, maka dengan prinsip keberlimpahan, kita coba mencari revenue dari sumber lain. Beberapa model bisnis yang ada adalah:</p>
<p>Subsidi Silang Langsung<br />
Ini model generasi pertama. Revenue dari sumber lain memberikan subsidi silang untuk item yang sengaja dibuat lost. Misalnya, gratis handphone, tapi bayar talktime. Gratis antenna parabola, bayar biaya langganan. Gratis software, bayar hardware. Dsb. Termasuk model bisnis yang digunakan Canonical yang membagikan OS Ubuntu Linux secara gratis. Software nya memang gratis, tapi jika perusahaan kemudian butuh jasa konsultasi, training dan implementasi Ubuntu resmi dari Canonical, perusahaan tersebut harus membayar mahal.</p>
<p>Subsidi Pihak Ketiga<br />
Ini model bisnis yang digunakan Radio, TV dan Majalah Gratis. Pelanggan gratis, tapi pemasang iklan bayar. Digunakan juga oleh penerbit kartu kredit yang menggratiskan iuran, tapi memberikan charge yang mahal ke merchant. Diskotik juga menjadi pelopor model ini melalui program “ladies night”. Gratis untuk pengunjung wanita, tapi pengunjung pria membayar.</p>
<p>Freemium<br />
Ini model yang sering digunakan perusahaan konsultan dan teknologi informasi. Gratis untuk versi yang generic, tapi membayar untuk versi premium. Bisa juga divariasikan dengan modul. Untuk modul terbatas gratis, modul yang lebih lengkap bayar. Gratis untuk konsultasi awal, bayar untuk jasa konsultasi yang lebih lengkap. Gratis untuk overview seminar, bayar untuk training yang lebih lengkap.</p>
<p>Nonmonetary<br />
Ini yang 100% gratis. Jasa yang diberikan sama sekali gratis. Imbalan yang diterima penyedia jasa adalah perhatian dan reputasi. Dan dengan reputasi yang semakin meningkat, dikenal dimana-mana, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendatangkan revenue. Musisi yang memberikan karya nya secara gratis dan memperoleh reputasi dan perhatian, dapat menghasilkan revenue dari konser-konser ataupun penjualan merchandise nya.</p>
<p>Sebelum Menggratiskan Jualan Anda<br />
Oke … oke, mungkin kedengarannya masih menakutkan untuk menggratiskan begitu saja jualan Anda. Memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda menggratiskan jualan Anda:</p>
<p>Pertama, Sesuaikan dengan model bisnis yg ada sekarang. Anda harus analisa baik-baik dari mana sumber revenue Anda. Secara umum menggratiskan jualan Anda dimaksudkan untuk memperbesar revenue, bukan mengurangi revenue. Kalau Anda jualan baju dan membagi-bagikan begitu saja produk terbaru Anda, sulit dibayangkan untuk mendapat revenue yang lebih besar. Tapi jika Anda member subsidi pada asesoris dan membagikan gratis sebagai gimmick untuk memperoleh pelanggan yang lebih banyak, jauh lebih masuk akal. Atau mungkin yang bisa digratiskan adalah catalog, newsletter atau buku kecil tentang bagaimana memanfaatkan produk Anda secara maksimal.</p>
<p>Kedua, gratis akan efektif jika sifatnya masal, melibatkan crowd yang besar. Karena dengan biaya yang sudah ditetapkan, maka semakin besar pelanggan terlibat, biaya per pelanggan akan semakin kecil hingga nyaris nol. Membagikan software gratis kepada 100 orang atau 1 juta orang akan sangat berbeda. Maka Canonical dengan Ubuntu nya rajin mengirim CD gratis. Dalam ekonomi digital eksistensi produk kita di pasar akan sangat tergantung pada atensi dan reputasi. Gratis adalah senjata untuk mencapai dua hal tersebut.</p>
<p>Saya menutup buka bersama dengan pengusaha senior yang saya ceritakan di depan dengan perasaan puas. Beliau menceritakan dengan detil “resep rahasia” menggratiskan layanan IT beliau, dan tetap memperoleh revenue dari tempat lain. Sebelum kami berpisah, beliau mengucapkan kalimat: “Oh ya, kalau semua sudah gratis, gratis pun jadi kuno. Harusnya pelanggan gak usah bayar, malah dibayar!” Waduh …. (FR)</p>
<p>Sumber : http://fauzirachmanto.blogspot.com/2009/10/gratiskan-jualan-anda.html</p>
<blockquote><p>Tulisan diatas sangat menginspirasi saya, dan membuat saya berpikir semalaman bagaimana membuat suatu model bisnis yang dapat diterima konsumen / masyarakat dengan cepat. memang pada dasarnya manusia itu suka pada hal yang gratis, walaupun nilai barang yang gratis tersebut sangat kecil dan terkadang tidak sebanding dengan bagaimana cara kita mendapatkan hal gratis itu.</p>
<p>Saya pernah mengetahui model penipuan yang memang banyak meresahkan masyarakat, dimana cara kerja mereka di tempat keramaian memberikan souvenir gratis kepada orang yang lewat, jika orang tersebut menerima barang gratisan yang di beri, maka akan berusaha dirayu dan di tari ke dalam kantor mereka dengan iming-iming mendapatkan hadiah yang lebih besar, dan dengan teknik psikologi yang lumayan mereka berusaha menjerat korbannya.</p></blockquote>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2009%2Fgratis-cara-pemasaran-masa-kini%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2009/gratis-cara-pemasaran-masa-kini/" title="pemasaran masa kini">pemasaran masa kini</a> (9), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/gratis-cara-pemasaran-masa-kini/" title="produk masa sekarang">produk masa sekarang</a> (6), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/gratis-cara-pemasaran-masa-kini/" title="model pemasaran">model pemasaran</a> (5), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/gratis-cara-pemasaran-masa-kini/" title="marketing masa kini">marketing masa kini</a> (4), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/gratis-cara-pemasaran-masa-kini/" title="cara jualan masa kini">cara jualan masa kini</a> (4)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.152 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2009/gratis-cara-pemasaran-masa-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Update Manga Scans Naruto, One Piece terbaru</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2009/update-manga-scans-naruto-one-piece-terbaru/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2009/update-manga-scans-naruto-one-piece-terbaru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 00:39:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[AniManga]]></category>
		<category><![CDATA[Computer and Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Informatika]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Berita - Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Mohon maaf kepada para pengunjung blog pribadi saya, karena beberapa hari ini blog ini tidak pernah di update karena kesibukan dan pekerjaan offline pemilik blog yang sangat mendesak sehingga tidak memungkinkan untuk mengurus blog untuk sementara waktu. Dan akhirnya sekarang saya bisa mengurus blog pribadi ini lagi. mulai minggu ini secara kontinyu, blog ini akan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf kepada para pengunjung <a title="blog pribadi wildan" href="http://wildan.eltika.net"><strong>blog pribadi</strong></a> saya, karena beberapa hari ini blog ini tidak pernah di <strong>updat</strong>e karena kesibukan dan <strong>pekerjaan offline</strong> pemilik blog yang sangat mendesak sehingga tidak memungkinkan untuk mengurus blog untuk sementara waktu. Dan akhirnya sekarang saya bisa mengurus <strong>blog pribadi</strong> ini lagi. mulai minggu ini secara<strong><em> kontinyu</em></strong>, blog ini akan diisi dengan kategori postingan baru, yaitu postingan<strong> update terbaru download manga scans</strong> berbahasa <strong>Inggris</strong> maupun bahasa<strong> Indonesia</strong> yang di scanlation oleh <strong>pi-te-ku</strong>, <strong>kurozakuro</strong> dan <strong>koleksikomik</strong>. manga / komik yang akan di scanlation antara lain seperti <strong>Fairy Tail, Naruto, One Piece, Bleach</strong> dan lain &#8211; lain&#8230;tunggu saja updaten mangascan terbaru hanya di blog ini | <a title="belajar web online" href="http://wildan.eltika.net"><strong>belajar web online</strong></a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2009%2Fupdate-manga-scans-naruto-one-piece-terbaru%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2009/update-manga-scans-naruto-one-piece-terbaru/" title="komik terbaru">komik terbaru</a> (14), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/update-manga-scans-naruto-one-piece-terbaru/" title="komik terbaru 2010">komik terbaru 2010</a> (12), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/update-manga-scans-naruto-one-piece-terbaru/" title="mangascan blog">mangascan blog</a> (10), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/update-manga-scans-naruto-one-piece-terbaru/" title="komik onepiece terbaru">komik onepiece terbaru</a> (9), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/update-manga-scans-naruto-one-piece-terbaru/" title="update manga">update manga</a> (9)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.314 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2009/update-manga-scans-naruto-one-piece-terbaru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips cara mendapatkan pinjaman modal dari Bank</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2009/tips-cara-mendapatkan-pinjaman-modal-dari-bank/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2009/tips-cara-mendapatkan-pinjaman-modal-dari-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 23:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Belajar Web Online</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Dalam memulai berbisnis maupun mengembangkan bisnis. tentunya kita membutuhkan modal yang tidak sedikit. salah satu sumber modal yang dapat kita pakai adalah meminjam di bank,  untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank tidak semudah seperti kelihatannya. berikut ini tips untuk mendapat pinjaman modal dari Bank. Berkonsisten untuk menjadi orang baik Berkenalan dengan banyak orang-orang bank Memperkenalkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam memulai <strong>berbisnis </strong>maupun mengembangkan bisnis. tentunya kita membutuhkan <strong>modal</strong> yang tidak sedikit. salah satu sumber modal yang dapat kita pakai adalah meminjam di bank,  untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank tidak semudah seperti kelihatannya. berikut ini tips untuk <a title="pinjaman modal usaha bank" href="http://wildan.eltika.net"><strong>mendapat pinjaman modal dari Bank</strong></a>.<span id="more-111"></span></p>
<ol>
<li>Berkonsisten untuk menjadi orang baik</li>
<li>Berkenalan dengan banyak orang-orang bank</li>
<li>Memperkenalkan bisnis atau usaha yang anda jalani</li>
<li>Menjaga Hubungan dengan rekan-rekan yang terkait</li>
<li>Terus mengembangkan bisnis atau usaha yang sedang dijalani</li>
<li>Menabung Properti untuk pinjaman bank menggunakan agunan</li>
<li>Jaga transaksi bisnis anda dengan menggunakan perbankan</li>
<li>Mengajukan keredit ke banyak bank</li>
<li>Pergunakan dana pinjaman yang anda peroleh dengan hati hati.</li>
</ol>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2009%2Ftips-cara-mendapatkan-pinjaman-modal-dari-bank%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2009/tips-cara-mendapatkan-pinjaman-modal-dari-bank/" title="cara mendapatkan modal usaha dari bank">cara mendapatkan modal usaha dari bank</a> (51), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/tips-cara-mendapatkan-pinjaman-modal-dari-bank/" title="cara mendapatkan pinjaman dari bank">cara mendapatkan pinjaman dari bank</a> (24), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/tips-cara-mendapatkan-pinjaman-modal-dari-bank/" title="cara mendapatkan pinjaman modal usaha">cara mendapatkan pinjaman modal usaha</a> (17), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/tips-cara-mendapatkan-pinjaman-modal-dari-bank/" title="cara mendapatkan pinjaman modal">cara mendapatkan pinjaman modal</a> (12), <a href="http://wildan.eltika.net/2009/tips-cara-mendapatkan-pinjaman-modal-dari-bank/" title="cara memperoleh pinjaman dari bank">cara memperoleh pinjaman dari bank</a> (10)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.515 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2009/tips-cara-mendapatkan-pinjaman-modal-dari-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

