<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Note Wildan Eltika &#187; Wildan Eltika</title>
	<atom:link href="http://wildan.eltika.net/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wildan.eltika.net</link>
	<description>Blog Bisnis, Wirausaha, Belajar Web dan Internet</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Apr 2011 01:49:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>menampilkan judul postingan berdasarkan kategori pada WordPress</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2011/menampilkan-judul-postingan-berdasarkan-kategori-pada-wordpress/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2011/menampilkan-judul-postingan-berdasarkan-kategori-pada-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 01:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini tips wordpress cara menampilkan judul postingan berdasarkan kategori Kata kunci dalam artikel ini : menampilkan postingan berdasarkan kategori (2), cara menampilkan postingan berdasarkan kategori (2), nike air max 2009 says: (2), menampilkan music dalam blog wordpress (1), menampilkan posting berdasarkan kategori wordpress (1)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini tips wordpress cara menampilkan judul postingan berdasarkan kategori</p>
<p><code><br />
<?php<br />
$chadposts = get_posts(array('category' => 1, 'numberposts' => 2, 'order' => DESC, 'orderby' => post_date));<br />
foreach( (array) $chadposts as $post ) {<br />
echo '
<ul>
<li><a rel="nofollow" target="_blank" href="' . get_permalink($post->ID) .  '">' . $post->post_title . '</a></li>
</ul>
<p>';<br />
} ?><br />
</code>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2011%2Fmenampilkan-judul-postingan-berdasarkan-kategori-pada-wordpress%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2011/menampilkan-judul-postingan-berdasarkan-kategori-pada-wordpress/" title="menampilkan postingan berdasarkan kategori">menampilkan postingan berdasarkan kategori</a> (2), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/menampilkan-judul-postingan-berdasarkan-kategori-pada-wordpress/" title="cara menampilkan postingan berdasarkan kategori">cara menampilkan postingan berdasarkan kategori</a> (2), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/menampilkan-judul-postingan-berdasarkan-kategori-pada-wordpress/" title="nike air max 2009 says:">nike air max 2009 says:</a> (2), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/menampilkan-judul-postingan-berdasarkan-kategori-pada-wordpress/" title="menampilkan music dalam blog wordpress">menampilkan music dalam blog wordpress</a> (1), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/menampilkan-judul-postingan-berdasarkan-kategori-pada-wordpress/" title="menampilkan posting berdasarkan kategori wordpress">menampilkan posting berdasarkan kategori wordpress</a> (1)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.275 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2011/menampilkan-judul-postingan-berdasarkan-kategori-pada-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>memotret matahari terbenam</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2011/memotret-matahari-terbenam/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2011/memotret-matahari-terbenam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 01:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[how-to]]></category>
		<category><![CDATA[cara memotret matahari terbenam]]></category>
		<category><![CDATA[tips fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia fotografi memotret matahari terbenam adalah hal yang sangat menarik dan kaya warna,untuk membuat foto matahari terbenam yang indah, membutuhkan banyak hal teknis dan perencanaan yang baik. berikut ini tips dalam memotret matahari terbenam. Perencanaan dam Survey Untuk mendapatkan hasil fotografi yang baik. kita terlebih dahulu harus melakukan survey di lingkungan yang tepat untuk ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam dunia <strong>fotografi </strong>memotret matahari terbenam adalah hal yang sangat menarik dan kaya warna,untuk membuat foto matahari terbenam yang indah, membutuhkan banyak hal teknis dan perencanaan yang baik. berikut ini <strong>tips dalam memotret matahari terbenam</strong>.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-919" href="http://wildan.eltika.net/2011/memotret-matahari-terbenam/sunset/"><img class="alignright size-medium wp-image-919" title="sunset" src="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2011/04/sunset-300x201.jpg" alt="sunset 300x201 memotret matahari terbenam" width="300" height="201" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Perencanaan dam Survey</strong><br />
Untuk mendapatkan hasil fotografi yang baik. kita terlebih dahulu harus melakukan survey di  lingkungan yang tepat untuk mencari tempat yang terbaik untuk memotret  matahari terbenam atau pemandangan, jadi selalu pertimbangkan:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Waktu</strong>; waktu yang dibutuhkan untuk mecapai lokasi dan  menemukan tempat terbaik sehingga saat matahari terbenam tidak  terlewatkan atau sudah siap di lokasi baik sebelum matahari menghilang  di bawah horizon. sehingga ketika saat yang tepat dan harus tidak  terburu-buru, hasil gambar yang didapat secara terburu-buru biasanya  tidak sebaik yang direncanakan.</li>
<li><strong>Peta</strong>; Peta adalah salah satu alat penting bagi lanskaper dan  fotografer. anda dengan mudah menemukan lokasi yang menarik dari peta  sebelum matahari terbenam anda tinggal mengaturnya. Googlemap atau Google Earth juga dapat berfungsi sebagai pengganti peta terutama bila anda butuh rincian tempat yang lebih detail.</li>
<li><strong>Mengetahui arah matahari</strong>; tidak hanya tahu terbit dari timur  ke barat, karena sepanjang tahun bergeser tergantung pada dari tempat  Anda tinggal dan matahari akan terlihat terbenam ditempat yang berbeda  atau bergeser setiap tiga bulan sekali. mengetahui dimana matahari  tenggelam adalah sebuah nilai lebih.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Peralatan tambahan.<br />
</strong>Pengetahuan tentang fotografi matahari terbenam yang baik juga  menyangkut peralatan dan keterbatasannya walaupun hanya dengan kamera  point and shoot, sedikit pengetahuan tentang alat paling tidak menaikan  kemampuan anda untuk memperbaiki eksposur:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Tripod</strong>; dengan tripod kedua tangan kita  tidak mudah  lelah dan tidak perlu khawatir tentang kamera goyang atau blur dan  kecepatan rana, kita tinggal mensetting kecepatan rana yang tepat dan  kemudian memilih kecepatan rana yang sesuai dan tidak kuatir dengan  kamera bergoyang sehingga kita selalu mendapatkan gambar yang tajam  karena dengan tripod yang baik bahkan pada satu menit saat cuaca mendung  atau mendekati malam, kita masih mendapatkan hasil yang tajam.</li>
<li><strong>Filter</strong>; setidaknya ada 2 filter yang akan membuat hasil fotografi matahari terbenam Anda lebih menarik: Neutral Density filter untuk menggunakan eksposur lagi untuk mendapatkan pantulan air yang  lebih halus dikarenaka filter ini membuat cahaya yang masuk ke dalam  sensor semakin sedikitdan memaksa kecepatan rana untuk berkurang.  Efeknya mungkin memang menarik terutama bila memotret muka air  (waterscape) Dan kedua adalah Filter Graduated Neutral density atau Grad ND (GND);  tanpa filter GND anda hanya akan mendapatkan siluet karena filter GND  digunakan untuk menghindari perbedaan eksposur antara tanah dan langit  yang kontras, karena jika anda membidik ke arah matahari (walaupun  mungkin rendah), Anda akan mendapatkan warna langit (putih) yang dominan  dan tanah yang hitam sehingga siluet akan muncul dengan menggunakan  filter GND maka langit akan terlihat lebih gelap dan  tercipta suasana  lebih dramatis.Filter Grad ND adalah abu-abu (netral, sehingga merubah  warna pemandangan dengan cara apapun, hanya membiarkan sebagian cahaya  untuk melewatinya) .Ada juga beberapa filter yang mungkin membawa hasil  baik, seperti grads berwarna.Secara pribadi kami lebih menggunakan  filter Cokin sistem-P untuk Nikkor 14mm F2.8 yang memiliki satu aral:  kepadatan filter netral yang tidak benar-benar netral sehingga cenderung  untuk muncul sedikit merah yang mungkin menjadi masalah bila Anda  menumpuk mereka kami sering menggunakan dua ND grads yang membuat  transisi lebih lama dari biasanya.merk lain yang umum dipakai adalah  filter Lee (bermutu baik namun cukup mahal) dan Hitech (mutu antara  Cokin dan Lee).</li>
<li><strong>Remote Controller</strong>; walaupun anda sudah memiliki tripod, tidak  ada salahnya anda mempunyai remote controller karena setelah anda tekan  tombol shutter anda akan membuat beberapa getaran dan mungkin  mempengaruhi ketajaman gambar. Dengan remote, anda bisa memotret tanpa  menyentuh kamera, sehingga Anda bisa mendapatkan gambar yang lebih  tajam, namun jika tidak mempunyai remote kita masih bisa menggunakan  timer otomatis dari kamera.</li>
<li><strong>Flash</strong>; bawalah lampu kilat (blitz) untuk mencegah efek-efek  siluet yang tidak anda inginkan ketika menemukan obyek latar depan yang  menarik.</li>
<li><strong>Kompas</strong>;  Dengan kompas, Anda dapat menemukan tempat yang  tepat sehingga matahari akan menjadi tempat yang anda inginkan dalam  bingkai dan anda tahu akan tahu persis pada sebelah mana matahari akan  tenggelam.</li>
<li><strong>Pakaian dan alas kaki</strong>; tidak hanya kamera yang anda lindungi,  Lindungi juga diri anda karena kadang-kadang anda harus menunggu untuk  sementara waktu matahari berada di ketinggian yang benar. Batu sebagai  latar depan biasanya juga menarik dalam foto. Jadi jika Anda berjalan di  batu, mungkin licin, jadi hati-hati untuk tidak tergelincir.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Komposisi yang (lebih) menarik </strong><br />
Komposisi dalam fotografi adalah hal penting, sehingga foto matahari  terbenam yang baik biasanya sesuai dengan aturan 1/3 (rule of third).  Selain aturan 1/3 juga perhatikan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Latar depan (foreground)</strong>; Satu hal menarik yang dapat  Anda gunakan untuk meningkatkan foto matahari terbenam (dan lanskap  secara umum) adalah sesuatu yang menarik di latar depan. bisa jadi ada  bunga, kolam air, karang, batu, tanaman atau obyek apapun yang anda  anggap menarik. Ini biasanya mengharuskan Anda menggunakan ND grad  filter karena perbedaan eksposur. Pendekatan tradisional yang cukup akan  memiliki kamera dalam posisi vertikal dan menempatkan foreground bunga  lebih rendah menjadi bagian dari frame. Biasanya memiliki sesuatu di  latar depan juga memberikan rasa foto lebih mendalam.</li>
<li><strong>Matahari</strong>; Anda dapat mengambil foto sebelum matahari terbenam  atau setelah matahari telah turun. Jika matahari masih cukup tinggi,  Anda perlu menentukan dimana tempat itu. Satu, pilihan yang aman adalah  anda  matahari ditempatkan di 1/3 titik atau mungkin Anda bisa letakkan  tepat ditengah jika anda ingin menekankan simetri dari scene.</li>
<li><strong>Cakrawala miring ataukah lurus</strong>; Ini adalah soal selera.  penulis pribadi menyukai cakrawala yang lurus kecuali jika ada sesuatu  subyek yang perlu yang memerlukan cakrawala miring (tilted horizontal)  dalam komposisi. cakrawala miring dapat membawa kesan dinamis kedalam  gambar namun biasanya keseluruhan mood dari foto matahari terbenam tidak  mendapatkan sesuatu yang menakjubkan, Jika Anda menggunakan cakrawala  miring, pastikan detail tampak cukup jelas, karena jika subyek tampak  sangat sederhana dan tampil sebagai gambar yang biasa saja akan terlihat  seperti snapshot.<strong> </strong></li>
<li><strong>Siluet</strong>; Siluet dapat terlihat menarik dalam elemen dalam  gambar melalui beberapa bentuk yang menarik dan menjadi kreatif (tidak  melulu harus pohon). Di sini anda juga harus berpikir tentang komposisi  dengan tidak hanya menempatkan bayangan hitam secara acak dalam suatu  frame, tetapi jauh lebih baik kalau hal ini juga anda pertimbangkan  sebagaimana menggunakan aturan sepertiga.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Eksposur</strong><br />
Komposisi hanya satu bagian dari proses membuat foto matahari terbenam yang indah. Teknis yang benar adalah eksposur.<br />
Sebagian besar yang juga cocok untuk lanskap lainnya, tetapi penulis  telah melihat banyak foto matahari terbenam yang dapat keuntungan dari  teknis esposur ini seperti :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Bukaan Diafragma</strong>; Pilih rana rendah (f dengan nomor lebih  besar) karena secara umum Anda ingin DOF yang selebar mungkin dalam  fotografi lanskap atau matahari terbenam. Secara pribadi saya biasanya  menggunakan seperti F8 (atau Tamron dengan f5.6)  dan pakailah tripod,  karena tidak perlu khawatir kurang cahaya atau blur karena kecepatan  rana yang lebih kecil, namun direkomendasikan untuk tidak memakai  kecepatan rana terlalu kecil. Ada sebuah fenomena yang disebut difraksi  yaitu pada kecepatan rana tertentu, kualitas gambar akan menjadi kurang  baik bila Anda pada  kecepatan rana yang lebih kecil, karena pada  dasarnya setiap lensa memiliki kecepatan rana terbaik yang dapat  menghasilkan gambar setajam mungkin.</li>
<li><strong>Mengeksposur ke kanan jika memungkinkan</strong>; salah satu teknik  penting kamera digital adalah &#8220;exposing ke kanan&#8221;. Ini berarti Anda  harus memiliki bidang histogram di sebelah kanan yang lebih banyak  (sambil pastikan bahwa tidak banyak yang terlalu terang). bila histogram  gambar banyak dikanan anda dapat mengolah dengan image editor pada  pasca pengolahan.<strong> </strong></li>
<li><strong>Bracketing</strong>; Bracketing bukan ide yang buruk, terutama jika  Anda tidak yakin tentang eksposur. Jadi dengan mengambil beberapa foto  dengan berbagai kecepatan rana adalah salah satu usaha untuk mendapatkan  eksposur yang tepat, pertama, gunakan sistem zona, kemudian ubah  eksposur dengan bantuan histogram.</li>
<li><strong>Eksposur Lama dan eksposur singkat</strong>; Eksposur Lama dan  eksposur singkat adalah pendapat soal artistik. Pada ekposur panjang  bila dipotret pada muka air (waterscape) akan terlihat seperti plastik,  sebuah efek yang benar-benar menarik namun membutuhkan waktu agak lama  atau gunakan filter ND grad sedang pada eksposur singkat (short  exposure) gelombang air terlihat kasar sehingga latar depan terlihat  kacau .</li>
<li><strong>Histogram sebagai panduan</strong>; Histogram memberitahu anda jenis  eksposur yang tepat, hal ini jauh lebih baik daripada dengan hanya  melihat foto dari layar kecil kamera Anda.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasca pengolahan (post processing)</strong><br />
Untuk mendapatkan sebagian besar dari gambar yang baik, dalam pasca  pengolahan setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Gunakan format RAW</strong>, Satu hal yang harus dilakukan, jika  memungkinkan, adalah untuk mengambil gambar dalam format RAW. Bukan  hanya dengan matahari terbenam, tapi selalu. Format Mentah (Raw)  memberikan gambar yang jauh lebih baik pada proses pasca pengolahan  (post processing). Anda dapat sedikit ubah (tweak) eksposure dan  mengganti white balance.</li>
<li><strong>Curves dan Levels</strong>; Curves dan levels dalam photoshop atau  image editor lainnya merupakan cara yang baik untuk memperbaiki gambar  terutama membuat kontras tinggi dan warna yang lebih kuat. <strong> </strong></li>
<li><strong>White balance</strong>; Salah satu cara untuk mempengaruhi mood foto  adalah mengubah white balance jika kamera tidak mendapatkan setting  white balance yang benar atau bahkan kadang-kadang merubah warna agar  menjadi lebih dramatis misalnya untuk membuat colder/lebih dingin dengan  warna sejuk (biru) yang dominan dan nada mengubah white balance tinggi  (panas) dengan warna nada yang hangat (oranye) yang dominan.Anda bisa  mengubah white balance dalam kamera atau lebih baik lagi, jika Anda  memotret dalam format RAW, kemudian atur di software pasca pengolahan.  Semisal : Scene yang sedikit kuning pada langit yang kemerah-merahan  pada pemakaian filter Cokin secara bertumpuk dapat diubah menjadi lebih  sejuk akan membuat pemandangan lebih dramatis.</li>
<li><strong>Gambar HDR (High Dynamic Range)</strong>; HDR agak sedikit  kontroversial Walau kelihatannya populer dengan warna menyolok, ada  beberapa orang yang tidak suka HDR. Secara pribadi kami lebih suka  menggunakan filter tetapi ada beberapa kejadian dimana kami harus  menggunakan HDR, misal jika berada ditempat yang sulit dan tidak ada  garis horizon. kadang-kadang saya ingin beberapa membawa efek HDR, jadi  saya akan menggunakannya terutama bilatidak memiliki filter namun  kelihatan alami, HDR mungkin menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan  eksposur yang seimbang antara tanah dan langit.Jika Anda memotret HDR,  setidaknya ada 3 hal yang menarik: 1. Hindari HDR abu-abu dengan cara  meningkatkan kontras dengan merubah Curves jika diperlukan. 2. Hindari  terlihat sebagai efek HDR, terutama dengan warna kontras yang menyolok.  3. Dan terakhir: adegan harus cukup menarik dengan komposisi yang baik  (jadi menghindari situasi di mana seluruh ide dari gambar adalah efek  HDR).</li>
</ul>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tips</strong></p>
<p>Untuk mendapatkan gambar sunset terekspos, ukurlah (metering) langsung  keatas matahari (jangan langsung ke matahari). Jika anda ingin gambar  pemandangan ini tampak diambil setengah jam kemudian, tinggal kurangi  satu exposure compensation-nya.</p>
<p>Pakailah <a title="Filter Kamera" href="http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/"><strong>Filter Lensa </strong></a>yang cocok dan sesuai untuk mendapatkan efek yang diinginkan</p>
<p>&nbsp;</p></blockquote>
<p>sumber : http://yoxx.blogspot.com/2009/09/memotret-matahari-terbenam.html
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2011%2Fmemotret-matahari-terbenam%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2011/memotret-matahari-terbenam/" title="hasil fotografi">hasil fotografi</a> (12), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/memotret-matahari-terbenam/" title="cara ambil gambar matahari terbenam">cara ambil gambar matahari terbenam</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/memotret-matahari-terbenam/" title="Aturan Sepertiga Bagian tips fotografi">Aturan Sepertiga Bagian tips fotografi</a> (5), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/memotret-matahari-terbenam/" title="hasil poto yang terbaik tele tamron">hasil poto yang terbaik tele tamron</a> (3), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/memotret-matahari-terbenam/" title="cara menggambar matahari senja">cara menggambar matahari senja</a> (2)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.403 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2011/memotret-matahari-terbenam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suzuki SX4 Crossover</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2011/suzuki-sx4-crossover/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2011/suzuki-sx4-crossover/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 01:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki SX4 Crossover]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Suzuki SX4 Crossover, Kendaraan yg didesain oleh Giorgetto Giugiaro&#8217;s Italdesign studio ini diposisikan untuk mengganti Aerio dan Liana dalam line up Suzuki. SX4 dibangun bersama dengan FIAT (yang kemudian diberi nama Sedici) sebagai crossover dengan kemampuan menjelajah berbagai medan. Berbagi platform dengan saudaranya, Swift, SX4 menjadi kendaraan global Suzuki yang diluncurkan di Geneva Motor Show ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Suzuki SX4 Crossover</strong>, Kendaraan yg didesain oleh Giorgetto Giugiaro&#8217;s Italdesign studio ini  diposisikan untuk mengganti Aerio dan Liana dalam line up Suzuki. SX4  dibangun bersama dengan FIAT (yang kemudian diberi nama Sedici) sebagai  crossover dengan kemampuan menjelajah berbagai medan. Berbagi platform  dengan saudaranya, Swift, SX4 menjadi kendaraan global Suzuki yang  diluncurkan di Geneva Motor Show 2006.<br />
<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2011/04/suzuki_sx4_sport.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-912" title="suzuki_sx4_sport" src="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2011/04/suzuki_sx4_sport-300x200.jpg" alt="suzuki_sx4_sportsport" width="300" height="200" /></a><br />
SX4 dipersenjatai mesin 1.5 L 102 PS non VVT bawaan Swift (1.5 L 109 PS  VVT untuk pasar Indonesia), 1.6 L VVT 107 PS, 1.6 L DDiS diesel 120 PS  dan 1.9 L DDiS hasil kerjasama FIAT, dan juga mesin 2.0 L seperti milik  Grand Vitara.</p>
<p>Di Indonesia, kemunculan SX4 diawali tahun 2007, dan mendapat sambutan  hangat. Daftar inden melunjak hingga 3-4 bulan. Saat itu SX4 yang  diimpor langsung dari Jepang, dipasarkan dalam 2 varian, X-over manual  dan matic, dengan fitur yang cukup lengkap seperti:</p>
<ul>
<li> Dual Airbag</li>
<li> ABS, EBD+BA</li>
<li> Integrated Head Unit with Steering wheel audio switches</li>
<li> MID</li>
<li> Fog lamp</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sempat pula dijual dalam jumlah terbatas, SX4 AWD bermesin 2.0 L J20A  berfitur lebih lengkap dengan harga jual saat itu diatas Rp 300 juta.  Kabarnya hny ada 3 unit di Indonesia.</p>
<p>Setahun kemudian, pihak Suzuki memutuskan untuk memproduksi SX4 di  pabriknya di Tambun, hampir bersamaan dengan dirilisnya varian sedan  yang dinmai Neo Baleno. Perbedaan dengan versi CBU, versi CKD sudah  dilengkapi rem cakram pada keempat rodanya, sementara CBU masih  menggunakan tromol pada roda belakang. Perbedaan berikutnya muncul pada  bahan jok yang lebih sporty dan tebal, serta tersedianya pilihan warna2  baru.<br />
Pada medio tahun 2008, varian baru bernama X-road resmi diluncurkan di  IIMS 2008. SX4 X-road dibedakan dari kelengkapannya yang dikurangi,  yaitu minus:</p>
<ul>
<li> airbag</li>
<li> ABS, EBD BA</li>
<li> Head Unit diganti Single DIN</li>
<li> absennya Steering wheel audio switches</li>
<li> MID diganti jam digital</li>
<li> minus fog lamp</li>
<li> minus moulding</li>
<li> velg 15 inci dengan motif sama SX4 sedan</li>
<li> motif jok sama dengan versi CBU</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://u.kaskus.us/3/pczskhec.jpg" border="0" alt="pczskhec Suzuki SX4 Crossover"  title="Suzuki SX4 Crossover" /></p>
<p>Sementara untuk Neo Baleno atau SX4 sedan, fitur dan kelengkapan sama dengan tipe X-over, dibedakan dengan:</p>
<ul>
<li> warna interior two tone hitam-beige</li>
<li> beda bentuk body tentunya</li>
<li> velg 15 inci</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2010 awal, produksi varian X-road dan Sedan di discontinued oleh pihak Suzuki.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Suzuki SX4 Data</strong></p>
<p>Manufacturer:	Suzuki, Fiat<br />
Also called	Changhe-Suzuki SX4, Fiat Sedici, Maruti Suzuki SX4, Suzuki Liana (Queensland, Australia)</p>
<p>Production:	2006–present</p>
<p>Assembly:	Esztergom, Hungary<br />
Kosai, Shizuoka, Japan<br />
Manesar, India[1]<br />
St. Petersburg, Russia<br />
Tambun, Indonesia</p>
<p>Predecessor:	Suzuki Aerio/Liana, Suzuki Reno</p>
<p>Class:	Compact/Mini MPV</p>
<p>Body style(s):	5-door hatchback, 4-door sedan</p>
<p>Layout:	Front engine, front-wheel drive / four-wheel drive</p>
<p>Engine(s):<br />
1.5 L DOHC I4<br />
1.5 L DOHC VVT I4<br />
1.6 L DOHC I4<br />
2.0 L DOHC I4<br />
1.6 L turbodiesel I4<br />
1.9 L turbodiesel I4<br />
2.0 L turbodiesel I4</p>
<p>Transmission(s):<br />
5-speed manual<br />
6-speed manual<br />
4-speed automatic<br />
6-speed CVT (2010 model)</p>
<p><img src="http://u.kaskus.us/3/lzff7ukv.gif" border="0" alt="lzff7ukv Suzuki SX4 Crossover"  title="Suzuki SX4 Crossover" />Wheelbase	2,500 mm (98 in)<br />
Length	2010-Present Hatch: 162.0 in (4115 mm) &amp; 162.8 in (4135 mm)<br />
2007-09 Hatch: 4,150 mm (163 in)<br />
Sedan (Manual): 4,490 mm (177 in)<br />
Sedan (Automatic): 177.6 in (4511 mm)<br />
Width	1,730 mm (68 in) &amp; 69.1 in (1755 mm)<br />
Height	Hatch: 62.0 in (1575 mm) &amp; 1,605 mm (63.2 in)<br />
Sedan: 1,545 mm (60.8 in)<br />
Designer	Italdesign</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2011%2Fsuzuki-sx4-crossover%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2011/suzuki-sx4-crossover/" title="suzuki sx4 crossover">suzuki sx4 crossover</a> (14), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/suzuki-sx4-crossover/" title="sx4 crossover">sx4 crossover</a> (6), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/suzuki-sx4-crossover/" title="suzuki sx4">suzuki sx4</a> (3), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/suzuki-sx4-crossover/" title="suzuki crossover sx4">suzuki crossover sx4</a> (2), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/suzuki-sx4-crossover/" title="vvt suzuki s4">vvt suzuki s4</a> (2)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.798 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2011/suzuki-sx4-crossover/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filter Kamera</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 01:03:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[DSLR]]></category>
		<category><![CDATA[Fungsi dan jenis filter kamera]]></category>
		<category><![CDATA[kamera]]></category>
		<category><![CDATA[slr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=905</guid>
		<description><![CDATA[Tentang Filter Kamera, filter memungkinkan untuk terjadi perubahan maupun untuk digunakan untuk kontrol dari gambar yang dihasilkan yang kadang-kadang dapat digunakan untuk membuat perubahan halus untuk foto yang dihasilkan. Kekurangan menggunakan filter adalah kemungkinan gambar yang berkualitas buruk akibat cahaya yang lebih sedikit atau akibat filter yang tergores, tetapi biasanya tidak akan menjadi masalah jika ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tentang <a title="Macam-Macam Jenis Filter Lensa Kamera Digital SLR" href="http://wildan.eltika.net/2010/macam-macam-jenis-filter-lensa-kamera-digital-slr/"><strong>Filter Kamera</strong></a>, filter memungkinkan untuk terjadi perubahan maupun untuk digunakan  untuk kontrol dari gambar yang dihasilkan yang kadang-kadang dapat  digunakan untuk membuat perubahan halus untuk foto yang dihasilkan.  Kekurangan menggunakan filter adalah kemungkinan gambar yang berkualitas  buruk akibat cahaya yang lebih sedikit atau akibat filter yang  tergores, tetapi biasanya tidak akan menjadi masalah jika direncanakan  dengan baik, namun dalam beberapa situasi filter lebih baik tidak  digunakan. Filter kamera umumnya terbuat dari kaca, resin plastik (seperti CR39),  polyester dan polycarbonate; ada juga yang terbuat dari asetat atau  bahkan agar-agar atau jel, filter warna biasanya menggunakan campuran  beberapa bahan bahkan ada filter berlapis yang terdiri dari lembaran  tipis bahan dikelilingi dan didukung oleh dua buah gelas kaca atau  plastik. Beberapa jenis filter menggunakan bahan-bahan lain di dalam  kaca berlapisnya misalnya, film khusus pada filter polarizer dan kasa  nilon kelambu pada filter diffus.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-906" href="http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/filter/"><img class="alignright size-medium wp-image-906" title="filter" src="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2011/04/filter-300x120.jpg" alt="filter 300x120 Filter Kamera" width="300" height="120" /></a><br />
Kualitas filter ditentukan oleh lapisan-lapisan optik yang memungkinkan  lebih banyak cahaya untuk melewati filter. filter tidak di lapis  (uncoated filter) dapat memblokir hingga 9% dari cahaya, sementara  filter multi lapis dapat memungkinkan hingga 99,7% dari cahaya yang  melewati. Beberapa produsen dengan kualitas tinggi untuk filter filter  multi lapis antara lain berlabel:  Hoya: HMC (Hoya Multi Coating) dan  B  + W: MRC (Multi Coating Ressist)<br />
Kejelakan yang dapat dikurangi dengan pemakaian filter adalah  pengurangan panas dan kontras akibat lapisan multi lapis di filter.  Pengecualian untuk aturan ini adalah pada filter inframerah dan  ultraungu di mana filter yang tidak dilapis (uncoated filter) malah  banyak dipakai.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini Jenis-<strong>Jenis FIlter Kamera berdasarkan Fungsinya</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Color correction filter atau filter koreksi warna,</strong> gunanya  untuk mengurangi efek pencahayaan yang tidak seimbang untuk nilai warna  (white balance), semisalnya, filter biru 80A digunakan dengan siang hari  untuk memperbaiki warna jingga hingga kemerahan pada lampu pencahayaan  tungsten rumah tangga, sedangkan 85B digunakan untuk pencahayaan  tungsten kebiru-biruan pada siang hari.             Filter koreksi warna  dikenal dengan angka-angka yang kadang-kadang bervariasi dari produsen  ke produsen, namun fotografi digital, penggunaan filter ini telah dapat  dikurangi dengan perangkat lunak pengolah citra setelah gambar diambil.</li>
<li><strong>Color subtraction filter atau filter pengurang warna,</strong> digunakan untuk menyerap warna tertentu dari cahaya dan membiarkan warna  sisanya. Filter ini dapat digunakan untuk mendominasi warna utama yang  membentuk sebuah citra. Filter ini paling sering digunakan dalam  industri percetakan terutama untuk separasi warna dan digunakan sebagai  solusi fotografi digital.Filter ini umumnya digunakan dalam fotografi  hitam dan putih untuk memanipulasi kontras. Sebagai contoh filter kuning  akan meningkatkan kontras antara langit dengan awan dan penggelapan  yang kedua. Filter Oranye dan merah akan mempunyai efek yang lebih kuat  dalam menyaring hijau gelap sehingga langit terlihat terang.Sebaliknya  untuk mengurangi kontras digunakan filter difusi.</li>
<li><strong>Color Diffusion filter atau Filter Difusi </strong>atau softens sering  digunakan untuk potret, mempunyai efek mengurangi kontras, dan filter  yang dirancang menggunakan beberapa bentuk grid atau jaring pada  filter.Efek pada filter ini dapat dengan diperoleh dengan perangkat  lunak pengolah citra, yang dapat memberikan kontrol yang tepat dari  berbagai tingkat efek, namun kelebihan dari &#8220;melihat&#8221; dengan filter  mungkin akan tampak berbeda. Selain itu, akan langsung terlihat jika ada  kontras yang terlalu tinggi pada sensor digital atau film, sedang pada  pasca pengolahan citra sulit untuk dapat dikompensasi akibat penurunan  kontras gambar. Filter diffus tranparan umumnya dibuat dengan cara  memodifikasi clear filter atau UV filter dengan menempatkan berbagai  materi seperti minyak ter, optik semen, dan kuku polandia. filter  tranparan lebih umum digunakan untuk menciptakan efek &#8220;kabur&#8221; atau  &#8220;berkabut&#8221;  selain digunakan untuk mengurangi kontras.Selain pemakaian  filter difusi, efek difusi atau pengurangan kontras dapat dilakukan  dengan cara menempatkan lensa didepan kotak jala kelambu terbuat dari  nylon.</li>
<li><strong> Cross screen Filter atau Filter Bintang</strong>, disebut filter  bintang karena filter ini dapat membuat pola bintang berupa baris yang  menyebar keluar dari objek yang terang. Pola bintang yang dihasilkan  oleh sinar yang datang diakibatkan oleh kisi-kisi filter atau  kadang-kadang oleh penggunaan prisma pada filter. Filter ini banyak  dipakai pada fotografi malam agar sinar atau cahaya lampu lebih  kelihatan berpendar.</li>
<li><strong>Diopters Filter dan Split diopters filter</strong>, Diopters filter  yang sering disebut filter makro atau filter close-up terdiri dari satu  atau dua elemen lensa yang digunakan untuk membantu fotografi dengan  obyek atau fokus yang relatif dekat seperti dalam fot close-up dan fotografi makro.  Mereka kadang-kadang dijual satu per satu, dan kadang-kadang dijual di  kit dari +1, +2, dan +4 diopters, walaupun hasilnya tidak 1:1  makro,mereka memungkinkan untuk dapat dikombinasikan.Split diopter  adalah filter diopter yang hanya setengah dari lensa kamera yang  ditutupi oleh filter. Split diopter bulat memiliki ring filter biasa  namun hanya setengah lingkaran dari kaca (atau plastik). Hal ini  memungkinkan fotografer untuk memotret objek yang sangat dekat dengan  latar belakang lebih jauh, secara efektif memperpanjang DOF atau  kedalaman lapangan.</li>
</ul>
<blockquote><p>Lantas filter apa yang wajib untuk dimiliki untuk menikmati lansekap dramatis yang luas?<br />
Untuk hunting foto lansekap pasti akan banyak fotografer yang setuju  kalau anda membawa Filter UV untuk melindungi lensa dan mengurangi kabut  dan efek fringe, Filter Circular Polarizer (Cir pol atau CPL) untuk  memotret lansekap dipagi atau sore hari, Filter Neutral Density (ND)  untuk memotret efek kusus pada aliran sungai atau air terjun, GradND  untuk foto landskap yang melibatkan banyak bagian langit, sedang untuk  keperluan khusus marine pack filter alias filter koreksi warna untuk  fotografi bawah air dangkal.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Baca Juga: <a title="Macam-Macam Jenis Filter Lensa Kamera Digital SLR" href="http://wildan.eltika.net/2010/macam-macam-jenis-filter-lensa-kamera-digital-slr/"><strong>Macam-macam jenis filter lensa kamera DSLR</strong></a></p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2011%2Ffilter-kamera%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/" title="filter kamera">filter kamera</a> (30), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/" title="jenis filter kamera">jenis filter kamera</a> (14), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/" title="FILTER KAMERA DAN FUNGSINYA">FILTER KAMERA DAN FUNGSINYA</a> (8), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/" title="jenis-jenis filter kamera">jenis-jenis filter kamera</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/" title="fungsi filter kamera">fungsi filter kamera</a> (7)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.262 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2011/filter-kamera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2011/penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2011/penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 00:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[menyusun skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Berdasarkan jenis data dan cara pengolahannya, secara umum, penelitian dapat dibedakan atas penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Berikut dipaparkan perbedaan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Tulisan ini diringkas dari Bab I buku Bogdan, Robert C. dan Biklen, Knopp S. 1998. Qualitative Research in Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2011/04/penelitian.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-903" title="penelitian" src="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2011/04/penelitian-300x199.jpg" alt="penelitian 300x199 Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif" width="300" height="199" /></a>Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif</strong>, Berdasarkan jenis data dan cara pengolahannya, secara umum,  penelitian dapat dibedakan atas penelitian kualitatif dan penelitian  kuantitatif. Berikut dipaparkan perbedaan penelitian kualitatif dan  penelitian kuantitatif. Tulisan ini diringkas dari Bab I buku Bogdan,  Robert C. dan Biklen, Knopp S. 1998. <em>Qualitative Research in Education: An Introduction to Theory and Methods</em>. Boston: Allyn and Bacon, Inc. Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian kualitatif digunakan sebagai istilah payung strategi penelitian dengan karakteristik berikut.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Data penelitian merupakan data lunak (<em>soft data</em>), yakni data yang kaya akan deskripsi orang, benda, tempat, dan percakapan atau tuturan.</li>
<li>Masalah penelitian dirumuskan dalam wujud fokus penelitian yang  menggambarkan kompleksitas masalah penelitian sesuai dengan konteksnya  (bukan dalam wujud variabel, pertanyaan, atau hipotesis).</li>
<li>Data dikumpulkan dari dan dalam latar alamiah, yakni latar nyata dan sebagaimana adanya.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Teknik penelitian yang populer digunakan dalam penelitian kualitatif adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>observasi partisipatif, yakni peneliti sebagai pengamat sekaligus sebagai partisipan penelitian; dan</li>
<li>wawancara mendalam, yakni peneliti menggali informasi secara utuh,  menyeluruh, dan mendalam untuk memperoleh pandangan, pemikiran, dan  keyakinan subjek, responden, atau informan serta untuk memperoleh sistem  yang berlaku dalam pranata suatu komunitas yang diteliti.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Nama lain penelitian kualitatif adalah (1) penelitian lapangan  atau <em>field work </em>(dalam  bidang antropologi); (2) penelitian naturalistik  atau alamiah (dalam  bidang pendidikan); dan penelitian etnografi (dalam bidang antropologi).</p>
<p style="text-align: justify;">Karakteristik penelitian kualitatif dapat dikemukakan berikut ini.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Penelitian kualitatif bersifat alamiah (<em>naturalistic</em>), yakni latar langsung sebagai sumber data dan peneliti sebagai instrumen kunci (<em>key instrument</em>).</li>
<li>Data penelitian kualitatif bersifat deskriptif, yakni data berupa  kata-kata  dan gambar yang diperoleh dari transkripsi wawancara, catatan  lapangan, foto, <em>videotape</em>, dokumen pribadi, dokumen resmi, memo, dan dokumen-dokumen lainnya.</li>
<li>Di samping hasil, penelitian kualitatif menekankan proses, yakni  proses yang terjadi dan berlangsung pada sumber data (subjek/informan,  objek, dan responden) beserta keseluruhan konteks yang melingkupinya, di  samping data yang dihasilnyannya.</li>
<li>Analisis data penelitian kualitatif cenderung secara induktif untuk memperoleh abstraksi dari keseluruhan data yang diperoleh.</li>
<li>Penelitian kualitatif menggali makna kehidupan berdasarkan  perspektif partisipan, yakni berdasarkan proses subjek mengkonstruk atau  menyusun makna dan berdasarkan proses mendeskrispsikan makna yang  disusn subjek.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sebagai catatan tambahan, sumber data penelitian kualitatif dapat  dibedakan atas (1) subjek penelitian, yakni sumber data, misalnya orang,  yang aktif sebagai penghasil data (siswa, guru, pegawai kantor pos,  camat, buruh pabrik, misalnya); (2) objek penelitian, yakni sumber data,  misalnya benda, yang berisi data (candi, novel, kumpulan puisi, surat  pribadi, otobiografi, misalnya); dan (3) responden, yakni orang yang  merespon atau menjawab kuesioner atau angket yang diberikan peneliti  saat mengumpulkan data. Dalam bidang linguistik struktural, sumber data  ini lazim disebut sebagai informan, yakni penutur atau pemakai bahasa  sebagai sumber korpus data bahasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepuluh pertanyaan  umum tentang penelitian kualitatif dipaparkan berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;">1.  Apakah temuan-temuan penelitian kualitatif dapat digeneralisasikan?</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk menggeneralisakan  temuannya pada populasi karena penelitian kualitit tidak bertitik tolak  dari sampel. Dalam penelitian kualitatif digunakan terma  transferabilitas, yakni hasil penelitian kualitatif dapat ditransfer ke  latar lain atau subyek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan  karakteristik.</p>
<p style="text-align: justify;">2.  Bagaimanakah dengan pendapat, prasangka, dan sifat-sifat memihak (bias) lain dari peneliti dan pengaruhnya terhadap data?</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian kualitatif meneliti secara objektif pernyataan subjektif  para subjeknya. Tujuan penelitian kualitatif untuk memperoleh  pengetahuan yang terungkap dari persepktif dalam para pelakunya, bukan  menilai subjek &amp; latarnya dengan kriteria dari luar diri pelaku.  Peneliti dipandu dengan catatan lapangan dan refleksi objektif dan  subjektif peneliti saat mengumpulkan data.</p>
<p style="text-align: justify;">3.  Apakah hadirnya peneliti tidak akan mengubah perilaku orang-orang yang ditelitinya?</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian dilakukan secara alamiah, tidak boleh ada intervensi atau perlakuan tertentu pada subjek dari peneliti.</p>
<p style="text-align: justify;">4.  Apakah dua orang peneliti yang sendiri-sendiri mempelajari latar atau subjek yang sama akan menghasilkan temuan yang sama?</p>
<p style="text-align: justify;">Reliabilitas penelitian kualitatif diukur berdasarkan (a) keakuratan  dan kekomprehensifan data (b) kecocokan rekaman data dengan kenyataan  yang diteliti.</p>
<p style="text-align: justify;">5.  Apakah perbedaan penelitian kualitatif dibandingkan dengan apa yang dikerjakan oleh guru, wartawan, atau seniman?</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian kualitatif bertujuan meneliti tentang sesuatu, menggunakan  prosedur ilmiah;, dan menghasilkan temuan penelitian. Pada umumnya,  tugas pokok guru adalah mendidik, mengajar, dan mentransfer pengetahuan  dan tugas pokok wartawan adalah melaporkan perisitwa sebagaimana adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">6.  Dapatkah pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif digunakan secara berbarengan?</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa, sesuai dengan fungsi, porsi, proporsi masing-masing, misalnya, masalah pertama dengan jenis data data lunak (<em>soft data</em>) digunakan pendekatan kualitatif; sedangkan masalah kedua dengan jenis data keras (<em>hard data</em>) digunakan penelitian kuantitatif.</p>
<p style="text-align: justify;">7.  Benar-benar ilmiahkah penelitian kualitatif itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian kualitatif disebut ilmiah berdasarkan kriteria bahwa  penelitian kualitatif merupakan penyelidikan empiris yang ketat dan  sistematis berlandaskan data (bukan didasarkan kriteria peneltian ilmiah  adalah penelitian dengan pola kerjad eduktif  dan menguji hipotesis).</p>
<p style="text-align: justify;">8.  Apakah tujuan penelitian kualitatif?</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan penelitian kualitatif adalah menghasilkan atau mengkonstruk teori dasar; merumuskan konsep; menggambarkan perilaku.</p>
<p style="text-align: justify;">9.  Manakah yang lebih baik, penelitian kualitatif atau kuantitatif?</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya baik. Yang penting adalah ketepatan terapannya sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif atau kuantitatif.</p>
<p style="text-align: justify;">10.  Apakah perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif?</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="624">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong>CIRI-CIRI   PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top"><strong>KUALITATIF</strong></td>
<td width="306" valign="top"><strong>KUANTITATIF</strong></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Frase yang berkaitan dengan pendekatan</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">etnografis</td>
<td width="306" valign="top">eksperimen</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">dokumentasi</td>
<td width="306" valign="top">data keras</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">penelitian lapangan</td>
<td width="306" valign="top">perpektif luar</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">data lunak</td>
<td width="306" valign="top">empiris</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">interaksi simbolis</td>
<td width="306" valign="top">positivis</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">perspektif dalam</td>
<td width="306" valign="top">fakta sosial</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">naturalistik</td>
<td width="306" valign="top">statistik</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">etnometodologis</td>
<td width="306" valign="top">metode ilmiah</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">Deskriptif</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">pengamatan pelibatan</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">fenomenologis</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">aliran Chicago</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">riwayat hidup</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">studi kasus</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">ekologis</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">naratif</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">interpretatif</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top"></td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">makna</td>
<td width="306" valign="top">variabel</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">pemahaman akal sehat</td>
<td width="306" valign="top">opersional</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">penggolongan</td>
<td width="306" valign="top">reliabilitas</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">definisi situasi</td>
<td width="306" valign="top">hipotessis</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">kehidupan sehari-hari</td>
<td width="306" valign="top">validitas</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">tatanan negosiasi</td>
<td width="306" valign="top">signifan secara statistik</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">proses</td>
<td width="306" valign="top">replikasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">pemahaman</td>
<td width="306" valign="top">prediksi</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">tujuan  praktis</td>
<td rowspan="3" width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">konstruksi sosial</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">teori dasar</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Nama yang berkaitan dengan pendekatann</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">Max Weber</td>
<td width="306" valign="top">Emile Durkheim</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">Charles Horton Cooley</td>
<td width="306" valign="top">Fred Kerlinger</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">Harold Garfinkel</td>
<td width="306" valign="top">Edward Thorndike</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">Margaret Mead</td>
<td width="306" valign="top">Robert Bales</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">W.I Thomas</td>
<td width="306" valign="top">Donald Chambell</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">Everelt Hughes</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">Ervng Golfman</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">Herbert Blumer</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Afiliasi Teoritis</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">interaksi simbolis</td>
<td width="306" valign="top">fungsionalisme struktural</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">etnometodologi</td>
<td width="306" valign="top">realisme, positivisme</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">fenomenologi</td>
<td width="306" valign="top">behaviorisme</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">kebudayaan</td>
<td width="306" valign="top">empirisme logis</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">idealisme</td>
<td width="306" valign="top">teori sistem</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Afiliasi akademis</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">sosiologi</td>
<td width="306" valign="top">psikologis</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">sejarah</td>
<td width="306" valign="top">ilmu ekonomi</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">antropologi</td>
<td width="306" valign="top">sosiologi</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top"></td>
<td width="306" valign="top">ilmu politik</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Tujuan</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">mengembangkan konsep</td>
<td width="306" valign="top">menguji teori</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">memerikan realitas ganda</td>
<td width="306" valign="top">menstabilkan fakta</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">teori dasar (grounded theory)</td>
<td width="306" valign="top">deskripsi statistik</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">mengembangkan pemahaman</td>
<td width="306" valign="top">menunjukkan hubungan antar variabel</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top"></td>
<td width="306" valign="top">memprediksi</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em> </em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Rancangan</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">berkembang, lentur, umum</td>
<td width="306" valign="top">terstruktur, ditentukan di awal, formal, khusus</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">rancangan sebagai panduan proses penelitian</td>
<td width="306" valign="top">rencana kerja operasional</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Usulan penelitian</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">singkat</td>
<td width="306" valign="top">panjang lebar</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">spekulatif</td>
<td width="306" valign="top">fokus rinci dan khusus</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">menunjukkan bidang yang relevan diteliti</td>
<td width="306" valign="top">prosedur rinci dan khusus</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">sering ditulis setelah ada data terkumpul</td>
<td width="306" valign="top">melalui tinjauan pustaka yang substantif</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">kajian pustaka yang substantif singkat</td>
<td width="306" valign="top">ditulis sebelum ada datanya</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">ancangan disebut secara umum</td>
<td width="306" valign="top">hipotesa dinyatakan</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Data</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">deskriptif</td>
<td width="306" valign="top">kuantitatif</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">dokumen pribadi</td>
<td width="306" valign="top">kode kuantitatif</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">catatan lapangan</td>
<td width="306" valign="top">bilangan, ukuran</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">foto</td>
<td width="306" valign="top">variabel operasional</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">kata-kata pelaku sendiri</td>
<td width="306" valign="top">statistik</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">dokumen resmi dan artefak</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Sampel</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">kecil</td>
<td width="306" valign="top">besar</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">tidak mewakili</td>
<td width="306" valign="top">berstratifikasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">sampel teoritis</td>
<td width="306" valign="top">kelompok kontrol</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">sampel bola salju</td>
<td width="306" valign="top">tepat, cermat</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">bertujuan</td>
<td width="306" valign="top">dipilih acak</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top"></td>
<td width="306" valign="top">kendali kontrol untuk variabel luar</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Taktik atau Metode</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">observasi</td>
<td width="306" valign="top">eksperimen</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">observasi partisipasi</td>
<td width="306" valign="top">observasi terstruktur</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">tinjauan atas berbagai dokumen</td>
<td width="306" valign="top">eksperimen semu</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">wawancara terbuka/berkembang</td>
<td width="306" valign="top">wawancara terstruktur</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">penjelasan sumber pertama</td>
<td width="306" valign="top">survei</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Hubungan dengan subyek</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">empati</td>
<td width="306" valign="top">ada pembatasan</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">menekankan kepercayaan</td>
<td width="306" valign="top">jangka pendek</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">kesetaraan</td>
<td width="306" valign="top">ada jarak</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">subyek sebagai sahabat</td>
<td width="306" valign="top">subyek-peneliti</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">hubungan dekat</td>
<td width="306" valign="top">musiman</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Instrumen dan alat</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">tape recorder</td>
<td width="306" valign="top">inventori, kuesioner</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">alat penyalin tulisan</td>
<td width="306" valign="top">komputer</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">komputer</td>
<td width="306" valign="top">indeks, skala, skor tes</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Analisa dataa</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">berkelanjutan</td>
<td width="306" valign="top">deduktif</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">model, tema, konsep</td>
<td width="306" valign="top">dikerjakan selesai pengumpulan data</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">induktif</td>
<td width="306" valign="top">statistik</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">induksi analitis</td>
<td rowspan="2" width="306" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">metode komparatif</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="624" valign="top"><strong><em>Masalah dalam penggunaan pendekatan</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">prosedur tidak baku</td>
<td width="306" valign="top">mengendalikan variabel-variabel lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">memakan waktu</td>
<td width="306" valign="top">mengontorol variabel lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">sulit mereduksi data</td>
<td width="306" valign="top">reifikasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">reliabilitas</td>
<td width="306" valign="top">obtrusiveness</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">prosedur tidak baku</td>
<td width="306" valign="top">validitas</td>
</tr>
<tr>
<td width="317" valign="top">sulit meneliti populasi besar</td>
<td width="306" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2011%2Fpenelitian-kualitatif-dan-kuantitatif%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2011/penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/" title="perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif">perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif</a> (42), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/" title="penelitian">penelitian</a> (17), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/" title="perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif">perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif</a> (16), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/" title="penelitian kualitatif">penelitian kualitatif</a> (14), <a href="http://wildan.eltika.net/2011/penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/" title="penelitian kualitatif dan kuantitatif">penelitian kualitatif dan kuantitatif</a> (12)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.053 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2011/penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nokia X5</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/nokia-x5/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/nokia-x5/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 08:26:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Handphone]]></category>
		<category><![CDATA[Nokia]]></category>
		<category><![CDATA[Nokia X5]]></category>
		<category><![CDATA[Ponsel Nokia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/nokia-x5.html</guid>
		<description><![CDATA[Nokia kembali mengeluarkan Nokia X Series terbarunya yaitu Nokia X5-01. Bila Nokia X2 berdesain candybar, kali ini Nokia X5-01 berdesain sliding dengan keyboard QWERTY. Nokia X5-01 dibanderol dengan harga Rp1.800.000 yang mana harganya dan kemampuannya lebih baik bila dibandingkan dengan Nokia X2. Berikut ini,mari kita lihat spesifikasi Nokia X5-01 . Spesifikasi resmi : Jaringan Quad ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Nokia kembali mengeluarkan  <strong>Nokia X Series terbaru</strong>nya yaitu <strong>Nokia X5-01</strong>.  Bila Nokia X2 berdesain  candybar, kali ini Nokia X5-01 berdesain  sliding dengan keyboard QWERTY.  Nokia X5-01 dibanderol dengan harga  Rp1.800.000 yang mana harganya dan  kemampuannya lebih baik bila  dibandingkan dengan Nokia X2. Berikut ini,mari  kita lihat <strong>spesifikasi Nokia X5-01</strong> .<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2010/11/nokia-x5-colors.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-885" title="nokia-x5-colors" src="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2010/11/nokia-x5-colors-300x262.jpg" alt="nokia x5 colors 300x262 Nokia X5" width="300" height="262" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Spesifikasi resmi :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Jaringan Quad Band GSM/GPRS/EDGE 850/900/1800/1900 MHz</li>
<li> HSDPA/WCDMA 850/1900/2100</li>
<li> Layar TFT landscape 262K warna berukuran 2.36 inci beresolusi QVGA (320 x 240 pixel)</li>
<li> Desain sliding QWERTY</li>
<li> Kamera beresolusi 5 MP dilengkapi dengan lampu flash LED dan  perekaman  video beresolusi VGA dengan  kecepatan 15 frame perdetik</li>
<li> Konektivitas Wi-Fi 802.11 b/g dan Bluetooth versi 2.1 dengan dukungan A2DP</li>
<li> OS Symbian 9.3 dengan tampilan S60 versi 3.2</li>
<li> Prosesor ARM 11 600 MHz</li>
<li> Browser HTML dengan dukungan flash lite versi 3.0</li>
<li> Aplikasi pembuka dokumen office</li>
<li> Radio FM stereo dengan dukungan RDS</li>
<li> Jack audio standar 3.5mm</li>
<li> Slot eksternal microSD yang dapat diekspansi hingga 32GB</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelebihan :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Browser dengan dukungan flash</li>
<li> Wi-Fi yang cepat dan stabil</li>
<li> Performa keseluruhan cukup cepat</li>
<li> Kualitas suara speaker berkualitas</li>
<li> Bahan material pembuat handphone berkualitas</li>
<li> Kamera dengan hasil yang cukup baik</li>
<li> OS Symbian dengan dukungan banyak Aplikasi di Ovi Store</li>
<li> Harga cukup murah untuk Fitur selengkap ini</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelemahan :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Tidak terdapat tombol shutter kamera</li>
<li> Tidak ada autofokus pada kamera</li>
<li> Tidak ada GPS</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nokia X5</strong> <strong>Ponsel QWERTY Sliding Nokia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika diperhatikan lebih lanjut, Nokia banyak meluncurkan ponsel fashion  dengan konsep Slidding. Sebut saja Nokia pisang hingga Nokia 7650  sebagai ponsel Sliding modern. Meskipun tren kali ini menjadi ponsel  QWERTY, tetapi Nokia tetap saja mengusung konsep Sliding pada Nokia X5</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan harga sekitar 1,8 jutaan, Nokia X5 hadir dengan persenjataan yang  lengkap. Dimulai dari kamera 5 MP hingga jaringan data yang mengadopsi  HSDPA. Dengan begitu, X5 dapat melakukan apapun selayaknya ponsel  pintar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Design</strong><br />
Walaupun Nokia sering memperkenalkan konsep Ponsel Slidding-nya, namun  untuk yang X5 kali ini merupakan Sliding buruk yang dikeluarkan oleh  Nokia. Pasalnya, Nokia X5 memiliki rel slidding yang mudah haus, alhasil  permukaan atas dan permukaan bawahnya lebih mudah kendur. Namun hal  tersebut bisa diantisipasi dengan sedikit berhati-hati untuk menutup dan  membuka ke dua permukaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kamera 5 MP</strong><br />
Nokia menyematkan kamera berkekuatan 5 MP pada X5. Sejatinya kamera  tersebut dapat menghasilkan kualiatas gambar yang mumpuni jika  dibandingkan dengan kamera 3,2 MP. Pada kenyataannya, kamera X5 tidak  dapat menghasilkan gambar yang cukup tajam jika dibandingkan dengan  kamera berkekuatan 3,2 MP milik E72.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ditelisik lebih jauh, Nokia X5 hanya menggunakan CCD untuk sensor  optiknya. Sedangkan untuk Nokia E72 sudah menggunakan optik Carl Zeiss  yang diklaim dapat menghasilkan gambar yang tajam.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamera Nokia X5 didukung pula oleh lampu Flash yang mampu menciptakan  intensistas cahaya yang cukup saat kamera digunakan di tempat gelap.  Tampaknya kamera Nokia X5 masih memiliki keunggulan di perekam Video.  Pasalnya, hasil file Video yang diciptakan oleh Nokia X5 dapat dibilang  standar kamera 5 MP.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Motions Sensor</strong><br />
X5 dibekali dengan Motions sensor atau sensor gerak. Persenjataan sensor  gerak ini membuat Nokia X5 semakin unik. Bagaimana tidak, Anda dapat  memutar Nokia X5 saat ponsel tersebut memutar lagu. Alhasil lagu yang  dimainkan akan berganti dengan sendirinya. Nokia X5 dapat berputar  dikarenakan oleh permukaan belakangnya yang agak lonjong</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah begitu, Nokia X5 juga dapat mempergunakan sensor geraknya dengan  cara dikocok-kocok bodinya. Dengan begitu, Nokia X5 akan menunjukan ada  berapa pesan didalam Indox dengan cara mengeluarkan suara yang sesuai  dengan jumlah pesan masuk.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Multimedia</strong><br />
Nokia X5 dibekali dengan fitur jejaring sosial. Facebook, Twitter, Hi5,  dan Myspace menjadi default shortcut jejaring sosial yang berada didalam  Nokia X5. sudah begitu fitur musik Nokia X5 dilengkapi juga dengan  Playlist DJ. Playlist DJ dapat mengatur sendiri playlist lagu yang  sesuai dengan isi hati. Playlist DJ memiliki 4 parameter untuk mengatur  daftar mainnya, Bahagia, Cinta, Cuaca, dan Waktu. Hanya saja, Playlist  Dj harus terhubung langsung dengan internet untuk mangmbil lagu-lalu  tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya saja, Dual Speakernya tidak cukup tangguh untuk menghasilkan  suara-suara. Biar begitu, Nokia X5 memiliki jack 3,5 mm yang dapat  dipergunakan untuk menancapkan handsfree.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Features</strong> Dalam keadaan tombol terkunci, sejatinya semua tombol tidak bisa  ditekan. Tetapi pada Nokia X5 memiliki pengecualian untuk tombol tengah  navigation key. Pasalnya dengan menekan tombol tengah saat keypad  terkunci, maka Nokia X5 akan dapat menunjukan jam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Internet</strong><br />
Nokia X5 dipersenjatai dengan jaringan data HSDPA 3,5 G. Alhasil  penjelajahan dunia maya terasa begitu ringan dengan Nokia X5. sudah  begitu, Nokia X5 juga dibekali dengan koneksi nircable Wifi yang  menggunakan 802.11 b/g.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan</strong><br />
Nokia X5 merupakan jajaran ponsel Sliding terbaru Nokia. Melihat  kelengkapannya, Nokia X5 cukup lengkap dengan ponsel yang dibandrol 1,8  jutaan ini. Hanya saja, Rel Sliddingnya tidak di rancang sedemikian  rupa, sehingga Nokia X5 lebih mudah kendur dikarenakan bantalan rel yang  kurang menggigit.</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Fnokia-x5%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/nokia-x5/" title="nokia x5">nokia x5</a> (406), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/nokia-x5/" title="nokia x5-01">nokia x5-01</a> (87), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/nokia-x5/" title="hp nokia x5">hp nokia x5</a> (75), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/nokia-x5/" title="gambar nokia x5">gambar nokia x5</a> (32), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/nokia-x5/" title="x5 nokia">x5 nokia</a> (26)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.664 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/nokia-x5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arsitektur IP: Jaringan dan Komunikasi Data</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/arsitektur-ip-jaringan-dan-komunikasi-data/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/arsitektur-ip-jaringan-dan-komunikasi-data/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 16:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Informatika]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi data]]></category>
		<category><![CDATA[tcp/ip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=881</guid>
		<description><![CDATA[Arsitektur IP: Jaringan dan Komunikasi Data. wildan.eltika.net &#8211; Pada dasarnya, komunikasi data merupakan proses mengirimkan data dari satu komputer ke komputer yang lain. Untuk dapat mengirimkan data, pada komputer harus ditambahkan alat khusus, yang dikenal sebagai network interface (interface jaringan). Jenis interface jaringan ini bermacam-macam, bergantung pada media fisik yang digunakan untuk mentransfer data tersebut. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Arsitektur IP: Jaringan dan Komunikasi Data</strong>. wildan.eltika.net &#8211; Pada  dasarnya, komunikasi data merupakan proses mengirimkan data dari satu  komputer ke komputer yang lain. Untuk dapat mengirimkan data, pada  komputer harus ditambahkan alat khusus, yang dikenal sebagai <em>network interface </em>(interface jaringan).</p>
<p style="text-align: justify;">Jenis  interface jaringan ini bermacam-macam, bergantung pada media fisik yang  digunakan untuk mentransfer data tersebut. Dalam proses pengiriman data  ini terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Pertama data harus  dapat dikirimkan ke komputer yang tepat, sesuai tujuannya. Hal ini akan  menjadi rumit jika komputer tujuan transfer data ini tidak berada pada  jaringan lokal, melainkan di tempat yang jauh. Jika lokasi komputer yang  saling berkomunikasi “jauh” (secara jaringan) maka terdapat kemungkinan  data rusak atau hilang. Karenanya perlu ada mekanisme yang mencegah  rusaknya data ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal  lain yang perlu diperhatikan ialah, pada komputer tujuan transfer data  mungkin terdapat lebih dari satu aplikasi yang menunggu datangnya data.  Data yang dikirim harus sampai ke aplikasi yang tepat, pada komputer  yang tepat tanpa kesalahan. Untuk setiap problem komunikasi data,  diciptakan solusi khusus berupa aturan-aturan untuk menangani problem  tersebut. Untuk menangani semua masalah komunikasi data, keseluruhan  aturan ini harus bekerja sama satu dengan lainnya. Sekumpulan aturan  untuk mengatur proses pengiriman data ini disebut sebagai protocol  komunikasi data.Protocol ini diimplementasikan dalam bentuk program  komputer (software) yang terdapat pada komputer dan peralatan komunikasi  data lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">TCP/IP  adalah sekumpulan protocol yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi  komunikasi data pada WAN. TCP/IP terdiri atas sekumpulan protocol yang  masing-masing bertanggung jawabatas bagian-bagian tertentu dari  komunikasi data. Berkat prinsip ini, tugas masing-masing protocol  menjadi jelas dan sederhana. Protocol yang satu tidak perlu mengetahui  cara kerja protocol yang lain, sepanjang ia ,masih bisa saling mengirim  dan menerima data. Berkat penggunaan prinsip ini, TCP/IP menjadi  protocol komunikasi data yang fleksibel. Protocol TCP/IP dapat  diterapkan dengan mudah di setiap jenis komputer dan interface jaringan,  karena sebagian besar isi kumpulan protocol ini tidak spesifik terhadap  satu komputer atau peralatan jaringan tertentu. Agar TCP/IP dapat  berjalan di atas interface jaringan tertentu, hanya perlu dilakukan  perubahan pada protocol yang berhubungan dengan interface jaringan saja.  Sekumpulan protocol TCP/IP ini dimodelkan dengan empat layer TCP/IP.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2010/10/tcpip-layers.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-882" title="tcpip layers" src="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2010/10/tcpip-layers-300x230.gif" alt="tcpip layers" width="300" height="230" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">TCP/IP terdiri atas empat lapis kumpulan protocol yang bertingkat. Keempat lapis/layer tersebut adalah :</p>
<ul>
<li><em>Network Interface Layer</em></li>
<li><em>Internet Layer</em></li>
<li><em>Transport Layer</em></li>
<li><em>Application Layer</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dalam  TCP/IP terjadi penyampaian data dari protocol yang berada di satu layer  ke protocol yang berada di layer yang lain. Setiap protocol  memperlakukan semua informasi yang diterimanya dari protocol lain  sebagai data.</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Farsitektur-ip-jaringan-dan-komunikasi-data%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/arsitektur-ip-jaringan-dan-komunikasi-data/" title="Arsitektur Komunikasi Data">Arsitektur Komunikasi Data</a> (8), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/arsitektur-ip-jaringan-dan-komunikasi-data/" title="jaringan komunikasi data">jaringan komunikasi data</a> (8), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/arsitektur-ip-jaringan-dan-komunikasi-data/" title="protokol komunikasi data">protokol komunikasi data</a> (8), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/arsitektur-ip-jaringan-dan-komunikasi-data/" title="jaringan dan komunikasi">jaringan dan komunikasi</a> (7), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/arsitektur-ip-jaringan-dan-komunikasi-data/" title="ARSITEKTUR KOMUNIKASI KOMPUTER">ARSITEKTUR KOMUNIKASI KOMPUTER</a> (7)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.67 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/arsitektur-ip-jaringan-dan-komunikasi-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review, Gundam00 Movie : A wakening of the Trailblazer</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/review-gundam00-movie-a-wakening-of-the-trailblazer/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/review-gundam00-movie-a-wakening-of-the-trailblazer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 04:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Movie TV & Film]]></category>
		<category><![CDATA[Gundam]]></category>
		<category><![CDATA[Spoiler]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[Kata kunci dalam artikel ini : gundam 00 movie (27), gundam 00 movie download (11), Gundam 00 the movie (9), download gundam 00 movie (5), gundam 00 the movie a wakening of the trailblazer download (5)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Kata kunci dalam artikel ini : gundam 00 movie (27), gundam 00 movie download (11), Gundam 00 the movie (9), download gundam 00 movie (5), gundam 00 the movie a wakening of the trailblazer download (5)]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/review-gundam00-movie-a-wakening-of-the-trailblazer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do As Infinity, Konser live streaming peringatan 11 tahun</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/do-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/do-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 04:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Konser]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[Berita yang sangat mengejutkan bagi para penggemar Do As Infinity, termasuk saya sendiri adalah penggemar duo pop ini. Untuk memperingati 11 tahun Do As Infinity, akan menggelar konser dengan judul &#8220;Do As Infinity 11th Anniversary LIVE ~More! Core! Rare! Here!~&#8221;. Bagi penggemar yang tidak bisa menonton secara langsung, tidak usah khawatir karena konser akan disiarkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-868" href="http://wildan.eltika.net/do-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun.html/do-as-infinity"><img class="alignright size-medium wp-image-868" title="Do As Infinity" src="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2010/09/Do-As-Infinity-300x218.jpg" alt="do as infinity" width="300" height="218" /></a>Berita yang sangat mengejutkan bagi para penggemar Do As Infinity, termasuk saya sendiri adalah penggemar duo pop ini. Untuk memperingati 11 tahun Do As Infinity, akan menggelar konser dengan judul <strong>&#8220;Do As Infinity 11th Anniversary LIVE ~More! Core! Rare! Here!~&#8221;.<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi penggemar yang tidak bisa menonton secara langsung, tidak usah khawatir karena konser akan disiarkan secara langsung melalui jaringan Internet dengan live streaming.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Do As Infinity – 11th anniversary live at SHIBUYA-AX</strong></p>
<p style="text-align: justify;">September 29th at 6:30PM</p>
<p style="text-align: justify;">Steaming site:  http://live.nicovideo.jp/gate/lv27676386</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">berikut ini single terbaru mereka yang berjudul &#8220;JIDAISHIN&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="485" height="296" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/GDsLiNksggg&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;version=3" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="485" height="296" src="http://www.youtube.com/v/GDsLiNksggg&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;version=3" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <a rel="nofollow" target="_blank" title="do as infinity" href="http://www.ant-network.com/do-as-infinity-streaming-live-concert-to-celebrate-11th-anniversary/">do as infinity streaming live concert to celebrate 11th anniversary</a></p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Fdo-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/do-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun/" title="do as infinity">do as infinity</a> (11), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/do-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun/" title="do as infinity konser">do as infinity konser</a> (6), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/do-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun/" title="download do as infinity 11th anniversary">download do as infinity 11th anniversary</a> (5), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/do-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun/" title="do as infinity 11th anniversary">do as infinity 11th anniversary</a> (5), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/do-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun/" title="do as infinity 2010">do as infinity 2010</a> (3)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.719 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/do-as-infinity-konser-live-streaming-peringatan-11-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Terakhir</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/ramadhan-terakhir/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/ramadhan-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 14:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan telah berlalu, sebulan penuh kita berpuasa dan lebih mendekatkan diri kepada Allah, sebulan penuh kita menata diri, menjaga hati dalam bulan yang suci, yaitu bulan Ramadhan. Mari kita bersama-sama ramadhan tahun ini, kita jadikan ramadhan terakhir dalam kehidupan, yang dengan perasaan seperti itu, membuat kita akan melaksanakan sepenuh hati dalam melaksanakan ibadah di bulan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2010/09/Ramadhan_Convention.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-860" title="Ramadhan_Convention" src="http://wildan.eltika.net/wp-content/uploads/2010/09/Ramadhan_Convention-300x234.jpg" alt="Ramadhan Convention 300x234 Ramadhan Terakhir" width="300" height="234" /></a>Ramadhan telah berlalu, sebulan penuh kita berpuasa dan lebih mendekatkan diri kepada Allah, sebulan penuh kita menata diri, menjaga hati dalam bulan yang suci, yaitu bulan Ramadhan. Mari kita bersama-sama ramadhan tahun ini, kita jadikan ramadhan  terakhir dalam kehidupan, yang dengan perasaan seperti itu, membuat kita  akan melaksanakan sepenuh hati dalam melaksanakan ibadah di bulan  Ramadhan ini. Mari kita gunakan seluruh kehidupan kita, semata-mata  untuk beribadah kepada Allah Azza Wa Jalla. Hanya beribadah. Shalat,  tilawah Qur’an dan mentadzaburinya, memperbanyak  berdzikir,  beristighfar, serta bersedekah kepada kaum fuqara dan masakin, yang  hari-hari ini jumlah mereka semakin banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Diriwayatkan dari beberapa Tabi’in, dan yang datang setelah mereka,  yang berkaitan dengan shalat dan al-Qur’an, bahwa beberapa dari mereka  mengkhatamkan membaca Al-Qur’an 60 kali di bulan Ramadhan dan ini  khususnya diriwayatkan berkaitan dengan Imam Syafi’i, beliau  mengkhatamkan Al-Qur’an sekali di waktu siang dan sekali di waktu malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa yang lain mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an sekali dalam waktu  sehari semalam, dan yang lain khatam tiga hari sekali, hingga memasuki  sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, di mana mereka akan ber-I’tikaf di  masjid, dan mengkhatamkan bacaan sekali sehari. Begitu pula dengan  ibadah shalat mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini, seperti Ramadhan terakhir dalam  hidup kita, sehingga kita mencurahkan seluruh kehidupan yang kita  jalani untuk melaksanakan ibadah. Membersihkan diri kita dari segala  kotoran, sehingga kehidupan menjadi bersih dari segala dosa, dan menjadi  hamba yang muttaqin.</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Framadhan-terakhir%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<h4>Kata kunci dalam artikel ini :</h4> <a href="http://wildan.eltika.net/2010/ramadhan-terakhir/" title="animasi bulan ramadhan">animasi bulan ramadhan</a> (1), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/ramadhan-terakhir/" title="http://wildan eltika net/ramadhan-terakhir html">http://wildan eltika net/ramadhan-terakhir html</a> (1), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/ramadhan-terakhir/" title="ramadhan terakhir">ramadhan terakhir</a> (1), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/ramadhan-terakhir/" title="ramadhan terakhir dalam hidup kita">ramadhan terakhir dalam hidup kita</a> (1), <a href="http://wildan.eltika.net/2010/ramadhan-terakhir/" title="sholat hajat kaum tabiin">sholat hajat kaum tabiin</a> (1)<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.218 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/ramadhan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri</title>
		<link>http://wildan.eltika.net/2010/selamat-hari-raya-idul-fitri/</link>
		<comments>http://wildan.eltika.net/2010/selamat-hari-raya-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 13:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Eltika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free talk]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wildan.eltika.net/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Dengan segenap syukur dan ketulusan, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya kariim. Saya menyadari bahwa tak seorang pun manusia yang luput dari kesalahan dan kekhilafan . Karena itu, saya pemilik blog ini memohon maaf kepada saudara-saudara kami para pengunjung blog ini atas kekhilafan dan kesalahan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="detail" style="text-align: justify;">
<p><strong>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb</strong>.</p>
<p>Dengan segenap syukur dan ketulusan, saya mengucapkan S<strong>elamat Hari Raya Idul Fitri</strong>. Taqabbalallahu  minna wa minkum, taqabbal ya kariim.</p>
<p>Saya menyadari bahwa tak seorang pun manusia yang luput dari kesalahan dan kekhilafan . Karena itu, saya pemilik blog ini memohon maaf kepada  saudara-saudara kami para pengunjung blog ini atas kekhilafan dan kesalahan saya selama ini. Semoga Allah swt. senantiasa menganugerahkan <strong>maghfirah  dan taufik hidayah-Nya</strong> untuk kita semua. Amin</p>
</div>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwildan.eltika.net%2F2010%2Fselamat-hari-raya-idul-fitri%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=dark" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wildan.eltika.net/2010/selamat-hari-raya-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

